Ini Penjelasan Ahli Terkait Nakes di Blitar Meninggal Usai Vaksin

JagatBisnis.com –  Tenaga kesehatan (nakes) RSUD Ngudi Waluyo, Kabupaten Blitar, Erny Kusuma Sukma Dewi (33) meninggal setelah disuntik vaksin Covid-19, direspon sejumlah ahli. Jubir Satgas Penanganan Covid-19 dan Jubir Vaksin Covid-19 pun ikut berkomentar. Karena masih ada risiko seseorang bisa terpapar virus Covid-19, meskipun sudah disuntik vaksin.

Menurut Jubir Vaksin Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, ada kecendrungan infeksi virus masuk ke jaringan anti bodi atau menyerang sel T pada tubuh yang berfungsi menjaga antibodi. Karena kemampuan anti bodi yang dimiliki setiap orang berbeda-beda. Sehingga hal ini biasa terjadi pada tahap awal pemberian vaksin. Apalagi, ketika tubuh masih belum membentuk antibodi secara optimal.

“Kalau kita lihat beberapa kasus-kasus nakes yang sudah mendapat vaksinasi dosis pertama, kemudian terinfeksi sampai wafat. Ini sebagian besar terinfeksi pada rentang waktu sebelum penerimaan dari vaksinasi,” katanya dalam konfrensi pers virtual.

Dia menjelaskan, untuk membentuk antibodi membutuhkan waktu, dan ini sudah diketahui saat uji klinis. Sistem kerja antibodi terbentuk rata-rata lebih dari 28 hari atau hampir 1 bulan. Selain itu, dalam kasus penanganan nakes yang sudah menerima suntikan 2 kali bisa jadi sistem anti bodinya belum siap.

“Sehingga, terjadi kontradiksi saat bakteri baik dimasukan ke dalam tubuhnya. Maka, belum ada kemampuan yang efektif untuk melawan infeksi. Jadi hal itu masih mungkin terpapar Covid-19 semasa periode tersebut. Artinya kekebalan tubuh itu baru akan terjadi optimal setelah 28 hari penyuntikkan kedua,” imbuh Nadia.

Dia mengatakan, vaksin Covid-19 membutuhkan 2 kali penyuntikan atau 2 kali dosis. Sebab sistem imun perlu waktu lewat paparan yang lebih lama sehingga imunitas mengetahui bagaimana cara efektif melawan virus. Selain itu, ada kecendrungan nakes tersebut tidak mengukur dirinya sedang tidak sehat. Hal ini yang menjadi penyebab infeksi berkepanjangan dalam tubuh.

“Dengan lama inkubasi virus yang sampai 1-14 hari dan gejala awal mirip flu, seseorang bisa tidak menyadari sudah terinfeksi Covid-19 saat menerima vaksin. Karena gejalanya mirip flu, kadang kita tidak sadar itu gejala awal tertular Covid-19,” ulasnya.

Secara terpisah, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, memastikan proses skrining pada penerima vaksin Covid-19 sudah sesuai dengan prosedur dan standar yang diterapkan oleh Kemenkes. Sehingga sebelum divaksin, penerima akan menjalani skrining kesehatan singkat oleh petugas di meja pelayanan dalam proses pemberian Vaksin Covid-19.

“Adapun pemeriksaan sederhana yang dilakukan, di antaranya pengukuran suhu tubuh dan tensi darah. Selain itu, peserta juga akan mengisi formulir yang terdiri dari 16 pertanyaan mengenai kondisi tubuh, riwayat penyakit, gejala penyakit yang diderita, serta kemungkinan kontak erat dengan suspek atau pasien positif Covid-19,” pungkas Wiku. (esa/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button