Ini Jalan Tol yang Dimiliki Investor Asing

JagatBisnis.com – Pelan tapi pasti, dominasi investor asing di bisnis jalan tol, semakin nyata. Satu per satu jalan tol yang dibangun swasta maupun BUMN karya dibeli asing.

Terbukanya asing untuk memiliki jalan tol, tak bisa lepas ketika keluarnya Paket Ekonomi Jilid XI era Jokowi-JK pada Februari 2016. Salah satu poin dalam beleid itu, adalah revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) yang diatur menurut Perpres No 39 Tahun 2014.

Dalam paket ekonomi jilid X, investor asing diperkenankan berinvestasi di jalan tol sebesar 100 persen. Sebelumnya, menurut DNI dibatasi 95 persen.

Jadi, jangan heran kalau kebanyakan jalan tol khususnya yang ramai, adalah milik asing. Dan, jangan heran juga kalau tarifnya bisa naik ruas setiap saat. Berikut beberapa ruas tol yang dimiliki investor asing.

Adalah Kings Ring Ltd, perusahaan asal Hong Kong ini, membeli tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi senilai Rp824 miliar. Panjang jalan tol ini 61,8 kilometer.

Perusahaan asal Hong Kong, Road King Infrastruktur, lewat entitas anak PT Kings Key Limited mengakuisisi saham PT Waskita Toll Road sebesar 40 persen di PT Jasamarga Solo-Ngawi dan PT Jasa Marga Ngawi-Kertosono-Kediri pada 2019. Untuk jalan tol Solo-Ngawi, panjangnya 90 kilomerer, sementara Ngawi-Kertosono-Kediri panjangnya 108 kilometer.

Adapula Metro Pacific Tollways, anak usaha dari Metro Pacific Investments Corporation (MPIC) asal Filipina, adalah pemilik saham 16 persen di tol Tangerang-Merak panjangnya 72 kilometer.

Perusahaan asal Malaysia, CMS Works International Ltd tercatat sebagai pemilik 21 persen saham tol Cengkareng-Kunciran (14,19 kilometer). Dan, pengelola dana pensiun asal Kanada yakni Canada Pension Fund juga mencemplungkan modal ke jalan tol di Indonesia, yakni Cikopo-Palimanan (116 kilometer).

Capital Advisor Partners Asia Pte ltd memiliki konsesi di sejumlah jalan tol. Mulai Pondok Aren-Serpong (12.5 kilometer), Kebon Jeruk-Penjaringan (9,7 kilometer), Tol Petarani (10.4 kilometer), Tol Seksi Empat Makassar (11,57 kilometer/kepemilikan tidak langsung).

Dan, PT King Keys Limited, perusahaan asal Hong Kong yang mulai agresif membeli andil di sejumlah ruas tol di tanah air. Kini, King Keys adalah pemilik ruas tol Solo-Ngawi (90 kilometer) dan Ngawi-Kertosono (87,02 kilometer).(pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button