Faktor Ini yang Bikin AS Roma Hancur Lebur Usai Dibantai Bodo/Glimt

JagatBisnis.com – AS Roma hancur lebur ketika bertandang ke markas Bodo/Glimt dalam matchday ketiga Grup C Liga Konferensi Eropa 2021/2022. Berlaga di Aspmyra Stadion, Jumat 22 Oktober 2021, dini hari WIB, Roma dibantai 1-6.

Gawang AS Roma sudah bergetar ketika laga baru berjalan delapan menit. Adalah Erik Botheim yang suses mencatatkan namanya di papan skor dengan kaki kanannya usai memaksimalkan umpan Sondre Fet.

Menit ke-23, Bodo/Glimt berhasil menggandakan keunggulan melalui Patrick Berg. Roma memperkecil ketertinggalan pada menit ke-30 melalui Carles Perez.

Selepas rehat, AS Roma dihancurkan. Tim tuan rumah menambah empat gol lagi. Erik Botheim melakukannya pada menit ke–52.

Kemudian Ola Solbakken pada menit ke-71. Tujuh menit berselang, Bodo/Glimt semakin membuat AS Roma menderita. Mereka menciptakan gol kelima di pertandingan ini melalui aksi Amahl Pellegrino setelah memanfaatkan umpan dari Botheim.

Pesta gol Bodo/Glimt belum berhenti. Pada menit ke-80, Ola Solbakken mencetak gol keduanya di laga ini sekaligus menjadi gol keenam bagi Bodo/Glimt setelah tembakan kaki kirinya tak mampu dibendung oleh kiper AS Roma, Rui Patricio.

Berkat hasil ini, Bodo/Glimt memuncaki klasemen sementara Grup C dengan perolehan 7 poin dari 3 pertandingan. Sedangkan, AS Roma harus turun ke urutan dua dengan koleksi 6 poin dari 3 laga.

Kelalahan ini terasa sangat menyakitkan dan sulit dilupa oleh pelatih AS Roma, Jose Mourinho. Sebab, Dilansir oleh Opta, untuk pertama kalinya Mourinho merasakan tim yang ia tangani kalah dengan jumlah kebobolan enam gol dalam satu laga.

Selain itu, ini jadi kekalahan kedua yang ditelan AS Roma secara beruntun. Sebelumnya, Giallorossi tumbang di markas Juventus dalam lanjutan Liga Italia.

Sementara Mourinho mengakui timnya kalah kualitas dari lawan. Dia menyebut, pemain Bodo/Glimt tak terkejar seperti menggunakan MotoGP. Sedangkan pemainnya naik sepeda.

“Tidak, mungkin saya yang berharap lebih pada kemampuan pemain saya sendiri. Saya tahu Bodo/Glimt adalah lawan terkuat di grup ini, tapi saya berharap kami akan bermain dengan cara berbeda,” ucapnya.

“Sepertinya Solbakken berada di atas motor MotoGP dan para pemain bertahan kami berada di atas sepeda. Lain kali di Roma, Gianluca Mancini dan Matias Vina akan siap bermain,” jelasnya. (pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button