Dengarkan Keluh Kesah Pengguna Jasa, Bea Cukai Dorong Ekspor Daerah Tetap Berjalan

JagatBisnis.com – Dalam upaya terus menggerakan industri dalam negeri, Bea Cukai kembali memberikan pendalaman potensi ekspor yang dimiliki berbagai daerah di Indonesia, serta asistensi secara masif terhadap calon-calon eksportir di berbagai daerah.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, R Syarif Hidayat, mengatakan bahwa upaya pendalaman potensi ini sama halnya dengan upaya lainnya yang dilakukan Bea Cukai dalam mendongkrak perekonomian Indonesia.

“Upaya kali ini merupakan satu dari sekian banyak upaya Bea Cukai agar ekspor di Indonesia terus bertambah. Kami akan terus berikan pelayanan yang prima untuk para calon eksportir ini.” ujar Syarif.

Bea Cukai kali ini melakukan pendalaman potensi ekspor di bidang Perikanan di berbagai daerah. Di antaranya dilakukan Bea Cukai Tanjung Emas yang memberikan asistensi kepada PT Mitra Bahari Mulia Utama Semarang dengan berfokus pada fasilitas Kemudahan Impor untuk Tujuan Ekspor (KITE).

PT Mitra Bahari Mulia Utama diberikan fasilitas KITE agar mendapatkan manfaat berupa pembebasan bea masuk, yang dapat menekan cashflow perusahaan sehingga nantinya mendorong peningkatan daya saing perusahaan, investasi, dan ekspor nasional.

Lain halnya dengan yang dilakukan Bea Cukai Gorontalo pada Unit Pengolahan Ikan Kirana di Gorontalo. Bea Cukai Gorontalo menjadi wadah dari keluh kesah pelaku usaha selama pandemi ini yang mengatakan bahwa terjadi penurunan pada ekspor mereka. Bea Cukai Gorontalo kemudian memberikan motivasi serta asistensi berupa peluang yang akan didapat apabila pengelola dapat terus melakukan ekspor. Diharapkan Unit Pengolahan Ikan Kirana akan tetap melakukan ekspor ikan ke negara tetangga.

Kemudian, setelah sebelumnya Bea Cukai melakukan ekspor direct call ke Singapura berupa 4,19 tonase ikan tuna, kali ini Bea Cukai Bitung melakukan Customs Visits Customer (CVC) berupa bimbingan dan asistensi ekspor kepada UD Tomini Bay Seafood. Kunjungan dilakukan untuk menggali potensi ekspor dan memberikan sosialisasi mengenai optimalisasi ekspor langsung (direct call) dari Pelabuhan Hub Internasional Bitung.

Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis Bea Cukai Bitung, Thomas Nugroho Adi Prasetiyo, mengatakan bahwa Pelabuhan Bitung yang berstatus Pelabuhan Hub Internasional masih belum optimal, dengan demikian perlu dukungan pelaku usaha.

“Dengan meningkatnya jumlah ekspor dari Bitung, akan menambah lalu lintas pelayaran internasional yang singgah di Pelabuhan Bitung, sehingga ekspor langsung atau direct call dapat terwujud.” ujar Thomas.

Tidak berbeda dengan Bea Cukai Sintete yang memberikan calon eksportir mengenai Modul Aplikasi Pemberitahuan Ekspor Barang di Kantor Bea Cukai Sintete. Meskipun dalam masa pandemi seperti ini, Bea Cukai Sintete tetap bersemangat untuk menyiapkan eksportir agar dapat melakukan ekspor secepatnya.

“Kami harap Bea Cukai akan dapat terus melakukan pendampingan bagi calon eksportir di Indonesia. Dengan demikian beban yang timbul dari masa pandemi sejak 2020 lalu sedikit berkurang dengan adanya ekspor-ekspor daerah yang mendorong perekonomian. Serta ekspor ekspor ini diharapkan menjadi program yang ikut menyukseskan Pemulihan Ekonomi Nasional,” Tutup Syarif. (srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button