Bea Cukai Jalin Koordinasi Antar Instansi Lewat Kunjungan

JagatBisnis.com – Dalam rangka menjalin koordinasi sebagai wujud sinergi antar instansi pemerintah, Bea Cukai melakukan berbagai kunjungan di daerah Maluku, Telukbayur dan Manokwari.

Kepala Kanwil Bea Cukai Maluku, Erwin Situmorang, didampingi Kepala Kantor Bea Cukai Tual, Hari Setiayadi melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke beberapa tempat diantaranya Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Dobo, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tual, dan kunjungan ke Wakil Bupati Kepulauan Aru, serta ke Pos Bantu Dobo Bea Cukai Tual sekaligus mengunjungi pengguna jasa PT Laut Timur Utama.

“Kunjungan ini merupakan upaya untuk mempererat jalinan koordinasi dan menguatkan sinergi antara Bea Cukai dengan pemerintah daerah,” jelas Hari.

Selain itu, kata Hari, bersama wakil Bupati juga dibahas upaya pelaksanaan kegiatan direct call ekspor dari wilayah Kepulauan Aru untuk peningkatan ekonomi di Dobo. Hari menegaskan bahwa Bea Cukai siap membantu ekspor di wilayah Kabupaten Kepulauan Aru.

“Bea Cukai akan memfasilitasi para pelaku usaha, industri dan perdagangan kemudahan layanan unggulan, asistensi dan inovasi layanan ekspor serta terus bersinergi dengan pemerintah daerah guna peningkatan ekspor untuk menggerakkan perekonomian daerah dan memajukan pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Kepulauan Aru,” ujar Hari.

Sementara itu dari wilayah Sumatera Barat, Bea Cukai Telukbayur mendapat kunjungan dari  Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Barat dalam rangka menjelang hari anti narkoba. Bea Cukai Telukbayur bersinergi dengan BNN dalam melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba (P4GN).

“Diharapkan sinergi antara BNN dan Bea Cukai dapat terjalin dengan erat dan menciptakan wilayah Sumatera Barat bebas dari narkoba dan obat-obatan terlarang,” harap Kepala Kantor Bea Cukai Telukbayur, Himan Satria.

Dari wilayah Manokwari, Kantor Wilayah Bea Cukai Khusus Papua menerima kunjungan dari Balai POM Manokwari dalam rangka konsultasi wilayah bebas korupsi (WBK).

Kepala Kanwil Bea Cukai Papua, Akhmad Rofiq, menyampaikan bahwa kehadiran mereka merupakan bukti program Klinik WBK yang dimiliki oleh Bea Cukai Papua dibutuhkan oleh instansi lain dalam rangka menyukseskan program WBK yang akan mereka ajukan.

Selain itu juga dijelaskan bahwa Bea Cukai sudah melaksanakan Program Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC) yang dimulai pada tahun 2017. Dengan adanya PRKC tahun 2017, kata Rofiq, terdapat beberapa kondisi yang diharapkan yaitu kepuasan pengguna jasa, tidak adanya pungli, dan proses bisnis yang bebas dari korupsi.

Program Reformasi Kepabeanan dan Cukai yang ditetapkan pada tahun 2017 telah diubah dengan beberapa konsep baru yang digunakan pada PRKC periode tahun 2021-2024. “Pelaksanaan PRKC periode tahun 2017-2020 telah sukses dilaksanakan dengan angka capaian inisiatif strategis 99,01%. Diharapkan kedepannya akan terus meningkat dan memberi dampak positif terhadap birokrasi nasional,” ungkap Rofiq.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button