Bea Cukai Dukung Pengusaha Kenalkan Produk Lokal di Pasar Internasional

JagatBisnis.com –  Untuk menyukseskan pemulihan ekonomi nasional, Bea Cukai secara aktif mendorong potensi ekspor dari berbagai daerah. Sejalan dengan tugas dan fungsi Bea Cukai sebagai industrial assistance, diselenggarakan program mendukung eksportir di Yogyakarta, Bitung, dan Makassar.

Pada kesempatan ini, Bea Cukai Yogyakarta melakukan kunjungan ke PT Buah Angkasa Kamis (20/05). Perusahaan ini merupakan eksportir buah salak, yang komoditasnya diperoleh dari ratusan kelompok tani di Pakem, Sleman.

“Tujuan utama ekspornya adalah negara-negara di Asia, antara lain China, Kamboja, Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Kali ini kami diajak keliling di packing house atau rumah pengemasan yang merupakan tempat kegiatan pascapanen sampai salak siap didistribusikan ke pasar tujuan. Dan kami berharap, salak Jogja yang terkenal ini juga bisa dipasarkan lebih luas lagi melalui ekspor,” papar Hengky Aritonang, Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta.

Sementara Bea Cukai Bitung mengunjungi PT Bintang Mandiri Bersaudara yang bergerak pada indsutri perikanan. Kunjungan ini disambut langsung oleh Pimpinan Perusahaan, Abrizal, “dampak dari La Nina yang kami rasakan adalah hasil tangkapan yang sempat menurun, meskipun begitu, kami berterimakasih atas inisiatif dari Bea Cukai untuk terus mendorong kami melakukan ekspor.”

Selain itu, Bea Cukai Makassar memberikan edukasi ekspor kepada masyarakat melalui kegiatan Pelatihan Digital Enterpreneur Academy (DEA) dengan menggandeng para pelaku UMKM sebagai peserta. “Pelatihan DEA merupakan kerjasama Bea Cukai dengan Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kemkominfo, sebagai bentuk upaya bersama untuk mendorong masyarakat berani berwirausaha secara digital. Termasuk kegiatan ekspor impor,” papar Eva Arifah Aliyah, Kepala Kantor Bea Cukai Makassar.

Kegiatan ini diselenggarkaan di Kabupaten Gowa dan Kabupaten Jeneponto, dan dilaksanakan secara luring. “Melalui kegiatan ini, Bea Cukai berharap dapat lahir eksportir baru yang memasarkan produk non raw material hasil produksi IKM dan UMKM ke pasar internasional,” pungkas Eva. (srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button