Bea Cukai Dukung BNNP Bali Dalam Berantas Narkotika

JagatBisnis.com – Bekerjasama dalam pemberantasan narkotika di wilayah Bali dan sekitarnya, Kantor Wilayah Bea Cukai Bali, NTB dan NTT menghadiri acara konferensi pers yang diadakan BNNP Bali pada Rabu, 13 Oktober 2021 lalu. Acara yang bertujuan untuk mengungkap pelaku penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah Bali ini menjadi salah satu sinergi yang diberikan Bea Cukai dalam memerangi narkotika.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB dan NTT, Susila Brata, mengatakan bahwa salah satu kasus yang diungkap kali ini adalah hasil kerjasama Bea Cukai dengan BNNP Bali. Sebanyak 1 Kg sabu berhasil Bea Cukai amankan dan selanjutnya diserahkan kepada BNNP Bali untuk pengembangan kasus.

“Kanwil Bea Cukai Bali Nusra akan selalu bersinergi dengan BNNP Bali dan seterusnya kita akan terus bersinergi dalam bentuk Tim atau sinergi yang lain,” ungkap Susila.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Bali, Putu Agus Arjaya, kemudian mengungkapkan 3 kasus penyelundupan narkotika selama periode Agustus s.d. Oktober 2021. Kasus Pertama pada bulan Agustus berupa pengungkapan ganja dengan berat 46,10gram bruto yang peredarannya terjadi di daerah Bangli dengan pelaku asal Lampung.

Kasus kedua BNNP Bali bekerja sama dengan BNNK Badung dengan barang bukti ekstasi sebanyak 95 butir dan sabu seberat 22,83gram bruto yang siap diedarkan dalam bentuk paket dengan modus ditempel dan dimasukan kedalam bungkus permen, pelaku seorang residivis narkotika yang mengedarkan kembali.

Kasus ke tiga merupakan sinergi BNNP Bali dengan Bea Cukai, dilakukan penangkapan di Renon terhadap seorang mahasiswa semester 7 dengan barang bukti 10 buah plastik klip berisi kristal bening narkotika dengan berat keseluruhan 1.000,15gram bruto.

“Penangkapan 1 kg sabu merupakan hasil dari pengawasan Bea Cukai atas barang kiriman, sebagai fungsi dari bea Cukai untuk melakukan pengawasan atau perlindungan kepada masyarakat dari perdagangan ilegal. Bea Cukai sangat mensupport BNNP Bali untuk melakukan edukasi kepada masyarakat karena merupakan bagian daripada pencegahan,” tutup Susila.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button