Bangkai Mamut Berbulu Berusia 45 Ribu Tahun Ditemukan di Rusia

JagatBisnis.com – Sejumlah ilmuwan telah menemukan seekor mamut berbulu berusia 45.000 tahun. Mamut berbulu itu diduga mati terbunuh akibat kecelakaan dan terdapat cacing gelang pada saat kematiannya. Anak mamut Tadibe itu ditemukan di lumpur Danau Pechenelava-To, Yamal, Rusia, pada Juli 2020 lalu.

Seorang ilmuwan dari Institut Ekologi Tumbuhan dan Hewan, Cabang Ural dari Akademi Ilmu Pngetahuan Rusia, Yekaterinburg, mengatakan, para ilmuwan menyimpulkan mamut Tadine itu telah terawetkan di lapisan es Kutub Utara, sejak zaman prasejarah. Mamut raksasa berjenis kelamin jantan itu 4 kali lebih tua dari yang diyakini semula. Selain itu, memiliki tiga lapis rambut yang berbeda untuk melindunginya dari cuaca dingin Siberia.

“Analisis baru kini menunjukkan telur dari parasit ditemukan di kotoran binatang yang telah punah itu. Temuan itu unik. Karena tidak hanya tulang yang ditemukan, tetapi juga sisa-sisa jaringan lunak, koprolit (fosil kotoran), dan isi perut,” katanya Minggu (14/11/2021).

Menurutnya, mamut itu adalah ukuran yang sangat besar untuk mamut usia muda. Mamut makan dengan baik dan tidak memiliki luka atau penyakit pencernaan yang jelas ketika mati, mungkin antara Juli dan September, berdasarkan makanannya.

“Berdasarkan semua ini, kami membuat asumsi, mamut mati karena semacam kecelakaan. Asumsi itu adalah makhluk itu telah jatuh ke dalam celah es yang tidak bisa keluar darinya dan bukan dari serangan manusia purba,” imbuhnya.

Dia membeberkan, mamut itu seperti memakai lapisan bawah di bawah lapisan utama tubuhnya, dan menutupi rambut. Para ilmuwan percaya kemungkinan pada musim gugur lapisan bawah yang lebih tebal mulai tumbuh menggantikan perlindungan yang tersisa dari musim dingin sebelumnya.

“Bukti saat ini tidak cukup untuk menentukan dari mana mamut berasal, meskipun para ilmuwan berharap dapat membuktikannya di masa depan. Kemudian, temuan terkait mamut itu nantinya akan dipamerkan,” ucapnya.

Sementara itu, Profesor Tatyana Sivkova dari Perm State Agro-Technological University menjelaskan, temuan itu memungkinkan para ilmuwan untuk merekonstruksi penampilan mamut dan lingkungan alam mamut itu hidup lengkap dengan cara hidupnya.

“Karena berdasarkan kesimpulan para ahli setelah analisis, masalah cacing gelang mamut, diketahui tidak cukup berdampak pada kesehatannya. Mamut itu diprediksi berusia antara 10 dan 12 tahun dengan tinggi hampir 9 kaki atau 2,7 meter ketika dibunuh,” tandasnya. (*/esa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button