JagatBisnis.com – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) memperkenalkan inovasi ramah lingkungan dalam pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak dengan menggunakan matras bambu sebagai pondasi jalan tol. Direktur Utama PTPP, Novel Arsyad, menjelaskan bahwa penggunaan bambu ini tidak hanya memperkuat struktur jalan tol, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan, dengan bambu yang berpotensi menjadi habitat baru bagi biota laut.
Novel menambahkan bahwa inovasi ini menunjukkan pemanfaatan material lokal yang efektif, efisien, dan berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa bahan alami seperti bambu dapat dipadukan dengan teknologi modern untuk menghasilkan infrastruktur yang kokoh namun tetap ramah lingkungan.
Proyek Tol Semarang-Demak sebagai Solusi Infrastruktur dan Lingkungan
Proyek Tol Semarang-Demak Seksi 1, yang terletak di atas laut, diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi tetapi juga sebagai solusi untuk mengatasi banjir rob di wilayah pesisir utara Jawa. PTPP berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu dengan mengutamakan kualitas dan keselamatan kerja, serta memastikan bahwa tol ini dapat menjadi motor penggerak perekonomian regional.
Detail Proyek Jalan Tol Semarang-Demak
Jalan Tol Semarang-Demak memiliki panjang total 26,95 km dan dibangun dalam dua seksi. Seksi 1 Kaligawe – Sayung, sepanjang 10,64 km, berada di atas laut, sementara Seksi 2 Sayung – Demak yang sepanjang 16,31 km terletak di daratan dan telah beroperasi sejak 25 Februari 2023.
Pekerjaan pada Seksi 1 Kaligawe – Sayung dibagi menjadi tiga paket. Paket 1A dikerjakan oleh Hutama Karya (HK) dan Beijing Urban Construction Group (BUCG), Paket 1B oleh PTPP, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan China Road and Bridge Corporation (CRBC), serta Paket 1C oleh PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dan Sinohydro.
Dengan inovasi bambu ini, PTPP menegaskan komitmennya untuk mengembangkan infrastruktur yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan. (Hky)