9,5 Hektare Lahan Sawit di Agam Kebakaran

JagatBisnis.com –  Kebakaran tanah sawit di Jorong Aia Maruok, Nagari Perencanaan Durian Kapeh Darrusalam, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Selasa 23 Februari 2021 bertambah membengkak.

Badan Penyelesaian Musibah Wilayah (BPBD) setempat mengeluarkan, sampai siang ini kobaran api sudah memakan 9, 5 hektare tanah sawit di posisi itu.

Bagi Kepala Eksekutif BPBD Kabupaten Agam Meter Luthfi AR, meluasnya nya zona yang dibakar diakibatkan oleh situasi cuaca yang lumayan amat dan diiringi angin cepat. Sedikitnya pangkal air di posisi peristiwa, pula jadi faktor lambannya penindakan kebakaran ini.

Titik- titik api, terpantau kembali berkobar sejak malam tadi. Saat ini, aparat sedang berusaha mematikan api.

“ Di posisi ini, tanah yang dibakar bertambah 4 hektare. Jadi keseluruhan sudah 9, 5 hektare tanah sawit disini yang dibakar. Tim kita sedang berusaha mematikan api,” tutur Meter Luthfi AR, Selasa 23 Februari 2021.

Meter Luthfi AR menambahkan, sejak 13 hari terakhir terdata terdapat sebesar 29, 5 hektare tanah perkebunan sawit yang dibakar. Seluruh tanah itu, ditentukan kepunyaan warga bukan yang diatur oleh industri. Titik api awal diakibatkan terdapatnya kegiatan pembakaran sisa- sisa perambahan tanah.

“ Keseluruhan sudah 29, 5 hektare yang dibakar di Agam. Titiknya berbeda- beda,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Badan Meteorologi, Ilmu cuaca dan Geofisika( BMKG) Bagian Pemantauan Garis besar Atmosopheric Watch( GAW) Stasiun Pemantau Atmosfir Garis besar Kototabang Wan Dayantolis mengatakan, berdasarkan luncurkan yang dikeluarkan pada 18 Februari 2021, pola angin di atas Sumatera pada Februari biasanya berembus pada bagian barat laut sampai timur laut dari arah wilayah Sumatera Utara dan Riau melampaui wilayah Sumatera Barat.

Karena itu, kedatangan wifi ataupun titik api pada wilayah itu berpotensi memberikan mempengaruhi pada mutu udara di Sumatera Barat.

“ Berdasarkan informasi PM10 pada GAW Kototabang, rerata 24 jam berkisar di dasar 50? gram atau m3 yang berarti masih dalam jenis mutu udara bagus. Tetapi dari bidang tren, terjadi kenaikan dari datar lebih dari 20? gram atau m3 jadi 20- 30? gram atau m3 dalam seminggu terakhir. Situasi ini dengan cara visual menciptakan situasi udara haze ataupun angkat kaki tetapi belum menurunkan jarak penglihatan,” ucap Wan Dayantolis.

Berdasarkan hasil imitasi model CAMS ECMWF pada 18 sampai 20 Februari 2021, membuktikan kemampuan penyebaran polutan udara berbentuk PM2. 5 dari arah utara timur laut mendekati wilayah Sumatera Barat. Kabupaten dan Kota yang berpotensi mengalami ekskalasi Fokus PM2. 5 antara lain Pasaman, Pasaman Barat, 5 Puluh Kota, Agam, dan Payakumbuh.

Setelah itu, Sijunjung, Sawahlunto, Solok Selatan dan Dharmasraya. Besaran Fokus PM2. 5 masih terletak di kisaran 5- 12? gram atau m3, alhasil masih terletak pada situasi mutu udara bagus.

Ada pula kemampuan hujan berdasarkan luncurkan BMKG masih berkesempatan terjadi beberapa besar wilayah Sumatera Barat. Perihal ini pastinya bisa menolong membersihkan udara karena hujan akan membuat turun polutan yang terdapat di suasana.

” Kita memanggil pada warga untuk tidak melakukan kegiatan yang bisa menyebabkan peristiwa karhutla, dan mencermati informasi hal situasi mutu udara dari Dinas LHK Provinsi ataupun Kabupaten dan Kota Sumatera Barat dan BMKG,” tutup Wan Dayantolis. (ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button