Respons Kementerian PANRB Soal Komentar Kontroversial Staf Bapenda Jakarta, Kode Etik Disinggung

jagatbisnis.com –  Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) merespons, soal pernyataan kontroversial staf Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Hendrini Purbosari di media sosial yang ingin Polri dibubarkan. Setiap aparatur sipil negara (ASN) wajib cakap bermedia sosial.

Kepala Biro Data, Komunikasi, dan Informasi Publik (DAKIP) Kementerian PANRB Mohammad Averrouce mengatakan, perilaku ASN seharusnya dapat menjadi contoh baik di kehidupan masyarakat. Apalagi di era keterbukaan informasi unggahan media sosial menjadi jejak digital.

“Kementerian PANRB selalu mengingatkan kepada seluruh ASN agar lebih bijak bermedia sosial. Sebab, ASN adalah referensi masyarakat, dan masyarakat selalu memberi perhatian pada kinerja serta perilaku ASN,” kata Averrouce kepada INDOPOS.CO.ID melalui gawai, Senin (3/6/2024).

Maka itu, segala unggahan dalam media sosial harus memperhatikan ketentuan yang berlaku. Misalnya, tidak boleh melakukan ujaran kebencian.

“ASN dalam bermedia sosial, harus dihindari sikap di luar norma hukum yang berlaku, termasuk konten permusuhan hingga kebencian,” jelas Averrouce.

Dalam Undang-Undang ITE yang secara jelas mengatur bagaimana, seharusnya seluruh lapisan masyarakat menyikapi penggunaan media sosial. Tak terkecuali ASN memiliki payunm hukum sendiri.

“UU ASN juga tetap mengatur, bahwa setiap ASN melaksanakan nilai dasar ASN serta kode etik dan kode perilaku. Perilaku ini termasuk dalam menggunakan media sosial,” imbuh Averrouce.

Staf Bapenda DKI Jakarta Hendrini Purbosari menyerukan, pembubaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di media sosial telah menjadi perhatian publik. Kini, ia menyampaikan klarifikasi.

Ia menyampaikan permohonan maafnya terhadap institusi Kepolisian Republik Indonesia. Itu diutarakan melalui akun media sosial (medsos) Instagram @purbosarie, Hendrini

“Saya pemilik akun instagram : @purbosarie dengan ini saya memohon maaf khususnya kepada Institusi Kepolisian Republik Indonesia @polisi_indonesia dan masyarakat Indonesia atas komentar saya di salah satu akun instagram yang membuat gaduh dan saya sangat menyesali hal tersebut,” tulis Hendrini baru-baru ini. (Hfz)

MIXADVERT JASAPRO