26 Ribu Kontainer Menumpuk di Pelabuhan Priok dan Tanjung Perak, Operasional Masih Aman

JagatBisnis.com, Jakarta – Penumpukan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak mencapai 26 ribu unit. Hal ini dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran operasional pelabuhan.

Namun, menurut General Manager PT Pelindo Multi Terminal (PT.PMT) Tanjung Priok, Iwan Setyawan, operasional pelabuhan masih berjalan aman dan lancar. Penumpukan kontainer tersebut tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas bongkar muat barang.

“Operasional pelabuhan masih berjalan normal dan lancar. Penumpukan kontainer ini memang ada, tapi tidak sampai mengganggu aktivitas bongkar muat barang,” ujar Iwan, Sabtu (18/5/2024).

Baca Juga :   3 Orang Pekerja Ditemukan Tewas di Dalam Kontainer Limbah CMTF

Iwan menjelaskan bahwa penumpukan kontainer ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya lonjakan impor barang, keterlambatan kedatangan kapal, dan kurangnya tenaga kerja bongkar muat.

“Lonjakan impor barang ini terjadi karena beberapa faktor, seperti pemulihan ekonomi global dan momen Ramadan. Selain itu, ada juga keterlambatan kedatangan kapal karena cuaca buruk dan gangguan teknis. Ditambah lagi, saat ini sedang terjadi kekurangan tenaga kerja bongkar muat,” jelas Iwan.

Baca Juga :   3 Orang Pekerja Ditemukan Tewas di Dalam Kontainer Limbah CMTF

Untuk mengatasi penumpukan kontainer ini, PT.PMT telah mengambil beberapa langkah, seperti menambah jam operasional pelabuhan, menambah jumlah alat bongkar muat, dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja bongkar muat.

Baca Juga :   3 Orang Pekerja Ditemukan Tewas di Dalam Kontainer Limbah CMTF

“Kami telah mengambil beberapa langkah untuk mengatasi penumpukan kontainer ini. Kami harap dengan langkah-langkah ini, penumpukan kontainer dapat segera teratasi dan operasional pelabuhan dapat kembali normal,” kata Iwan.

Masyarakat yang ingin melakukan pengiriman barang melalui Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak diimbau untuk bersabar dan mengikuti perkembangan informasi terbaru dari pihak pelabuhan.
(tia)

MIXADVERT JASAPRO