Tekno  

Live TikTok Ngemis Online Saat ini Ilegal, Siapa Kena Aturan?

Ilustrasi Smartphone

JagatBisnis.comLive streaming ngemis online saat ini dilarang di TikTok berakhir permasalahan viral lanjut usia mandi dikala dini hari sampai diduga sakit.

” Ke TikTok kita mintakan takedown( pemutusan akses). Wujudnya live streaming itu maksudnya tidak munculkan lagi lah konten semacam itu. Itu kan memanglah live, tetapi kita memohon esok jika ia ingin live lagi betul janganlah gitu loh,” ucap Ketua Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik( IKP) Departemen Komunikasi serta Informatika Usman Kansong, Selasa( 24/ 1).

” Jika misalnya di- record, kita memohon di- takedown dari program. Itu konten serta live streaming lagi betul, janganlah,” lanjutnya.

Lebih dahulu, gaya mengemis online viral di alat sosial paling utama TikTok menggunakan fitur nyawer melalui live streaming. Salah satunya membuat gelisah warganet karena diprediksi memanfaatkan lanjut usia buat menarik belas kasih pemirsa.

Baca Juga :   TikTok Hapus Tantangan Berbahaya

Tetapi, si lanjut usia, Inak Mawar( 55), berterus terang tidak dituntut ataupun sakit dikala live streaming yang diselenggarakan oleh owner [email protected] yang ialah tetangganya, Baginda Ahyar( 31).

Merespons kejadian itu, Menteri Sosial Tri Rismaharini menghasilkan pantangan buat kegiatan mengemis online dengan memanfaatkan lanjut usia.

Pantangan itu tertuang dalam Pesan Brosur No 2 Tahun 2023 mengenai Razia Aktivitas Pemanfaatan serta atau ataupun Aktivitas Mengemis yang Menggunakan Lanjut Umur, Anak, Penyandang Disabilitas, serta atau ataupun Golongan Rentan Yang lain.

” Menghindari terdapatnya aktivitas mengemis bagus dengan cara offline serta atau ataupun online di alat sosial yang memanfaatkan para lanjut umur, anak, penyandang disabilitas, serta atau ataupun golongan rentan yang lain,” begitu diambil pesan brosur tertanggal 16 Januari 2023 itu.

Baca Juga :   TikTok Hadirkan Materi Edukasi Pemasaran Digital Gratis untuk Berdayakan UKM

Risma pula memohon penguasa wilayah buat menghindari aktivitas mengemis di alat sosial ini.

” Wajib memberi tahu pada Kepolisian Negeri Republik Indonesia serta atau ataupun ditindaklanjuti lewat Dasar Polisi Pelindung Praja,” cakap Mensos dalam pesan itu.

Usman berkata pesan Mensos itu telah lumayan buat jadi bawah untuk grupnya dalam memohon penghentian untuk konten semacam.

” Bawah ketetapannya itu kan buat konten semacam betul edarannya Mensos. Brosur mensos ini kan berkata mengemis online ini dilarang, itu jadi acuannya,” cakap ia.

Permohonan takedown konten ngemis online itu, tutur ia, umumnya dicoba dengan cara tercatat.

” Umumnya kita berkirim surat, tetapi kita ngomong pula iya. Asumsi mereka( TikTok) wajib manut. Sebab telah ketahui mereka mekanismenya itu kalau penguasa itu berhak memantau serta mengendalikan ruang digital,” tuturnya.

Baca Juga :   TikTok Terlarang di Seluruh Perangkat yang Dikelola DPR AS

” Mulanya aku cek udah enggak terdapat mandi lumpur. Gimana ia dapat[buat konten], orang ia telah ditilik polisi kenapa. Orangnya kan telah dipanggil polisi,” kata Usman.

” Lalu ibu- ibu itu kan telah diserahkan dorongan oleh pemda,” lanjutnya.

Beliau berkata pantangan seragam legal kepada seluruh arsitek konten.” Jika kita kan memohon takedown ke program, bukan ke arsitek. Esok kita mintakan ke Aptika( Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo) totalnya terdapat berapa arsitek yang jadi referensi buat di- takedown.”

” Ingin kreatornya berapa banyak, jika semacam betul wajib di- takedown,” cetus Usman.

Keterangan TikTok terpaut permohonan takedown dari Kominfo ini. Sampai informasi ini keluar, program kepunyaan ByteDance yang berplatform di Cina itu belum berikan jawaban.

(tia)