Festival Dongeng Internasional Indonesia 2022, Memelihara Budaya, Melestarikan Mite

JagatBisnis.com –  Menjelang Hari Dongeng Nasional, Ayo Dongeng Indonesia bersama Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menggelar Festival Dongeng Internasional Indonesia (#FDII2022). Mengangkat Tema “Mite dari Timur”, Peluncuran FDII 2022 dimulai dengan Festival Pembuka di Taman Baca Ubud, Bali. Acara ini juga disiarkan langsung di Instagram @AyoDongeng_Ind, Minggu (20/11/2022).

“Tahun ini, FDII diadakan secara offline untuk pertama kalinya setelah pandemi. Keluarga Indonesia tentu sudah menantikan untuk dapat menikmati kembali pertunjukan dongeng secara langsung. Kami berharap FDII tahun ini dapat mengembalikan semangat serta kebahagiaan anak-anak Indonesia,” kata Direktur FDII 2022 Cahyono Budi, Selasa (22/11/2022).

Dia menjelaskan, untuk pertama kalinya di masa pascapandemi, FDII 2022 akan berlangsung secara hybrid agar dapat dinikmati secara daring maupun luring. Kegiatan ini diluncurkan di Taman Baca Ubud, Bali pada pada Minggu (20/11/2022). Acara akan berlanjut secara daring pada 26 November 2022 di kanal instagram @AyoDongeng_Ind yang akan menampilkan banyak pendongeng dari dalam dan luar negeri.

Baca Juga :   Sistem Pendidikan Indonesia Masih Motede Menghafal

“Acara puncak yang digelar pada 27 November 2022 akan menampilkan pertunjukan menakjubkan di Museum Nasional yang juga menghadirkan para pendongeng nasional dan internasional. Kami berharap kegiatan ini menjadi inspirasi dan mengingatkan kembali orangtua dan pendidik di seluruh Indonesia untuk terus bercerita, mendongeng bagi anak- anak mereka, karena imajinasi tidak akan pernah berhenti dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu,” paparnya.

Baca Juga :   Khawatir Learning Loss, Pemda Didorong Buka Sekolah

Menurut dia, kekayaan budaya Nusantara melalui keberagaman tradisi tuturnya menjadi harta yang perlu terus diangkat. Melestarikan budaya salah satunya dengan mengangkat kembali, mengemas ulang, dan memberikan ruang untuk tradisi tutur agar bisa selalu dinikmati. Mite adalah salah satunya, berupa prosa rakyat atau cerita yang juga bisa mengajarkan banyak nilai selain tentunya mengajak kita untuk mengenal budaya lebih dekat lagi.

Baca Juga :   Hapus Agama di Peta Jalan Pendidikan Nasional, Mas Nadiem Banjir Kritikan

“Mite bercerita mengenai asal usul hingga menjadi sesuatu yang dipercaya dan membentuk sebuah tradisi, seperti cerita Dewi Sri dan asal mula Padi hingga mite tentang Kalarahu dan gerhana. Inilah yang mendorong kami untuk mengangkat kembali tema itu sebagai cara untuk memelihara budaya,” pungkasnya. (*/els)