Kepolisian Jateng Terapkan Tilang Sistem Poin

JagatBisnis.com – Kepolisian mempraktikkan tilang dengan sistem 12 poin. Tiap pelanggar lalu lintas akan dikurangi poinnya, apalagi Surat Izin Mengemudi( SIM) dapat langsung dicabut. Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Aan Suhanan berkata, dalam sistem ini, tiap pemegang SIM dibekali 12 poin. Poin itu akan menurun kala beliau melaksanakan pelanggaran.

” Ketika melanggar, pelanggaran sedang atau kelalaian ringan itu satu poin terkurangi, pelanggaran sedang itu 3 poin terkurangi, pelanggaran berat 5 poin terkurangi,” ucap Aan di Semarang, Kamis( 27/ 10).

Bila 12 poin itu sudah habis, hingga perpanjangan SIM harus melalui uji ulang ataupun membuat SIM baru kembali. Sistem ini pula akan terkoneksi dengan ETLE alhasil perhitungan poinnya akurat.

Baca Juga :   Antisipasi Banjir Rob, Pemprov Jateng Bangun Tanggul di Pekalongan

” Terus kalau record kita sudah habis 12 tersebut, pada saat perpanjangan SIM itu harus uji ulang, jadi tidak bisa perpanjang langsung karena poinnya sudah habis. Batasnya 12 jadi kalau kita dapat SIM ada 12 poin, nanti kalau melanggar potong- potong- potong ini nanti tegurannya masuk ke aplikasi kita, ETLE E- tilang,” nyata ia.

Baca Juga :   Antisipasi Banjir Rob, Pemprov Jateng Bangun Tanggul di Pekalongan

Beliau menerangkan, pelaku tabrak lari akan menghabiskan 12 poin itu. SIM pelaku pula hendak dicabut dengan cara permanen.

” Ada yang langsung habis poinnya yaitu tabrak lari. Itu poin 12, langsung habis dan secara permanen bisa dicabut SIM- nya untuk kecelakaan lalu lintas tabrak lari,” jelas ia.

Baca Juga :   Antisipasi Banjir Rob, Pemprov Jateng Bangun Tanggul di Pekalongan

Sedangkan itu Dirlantas Polda Jateng Kombes Agus Suryo Nugroho meningkatkan, ketentuan sistem tilang berdasarkan poin itu mulai diaplikasikan di Jawa Tengah.

” Ini sedang berjalan berkaitan dengan attitude record- nya, itu jadi sudah dimulai di Polda sudah berjalan sebetulnya. Sudah lama dari korlantas sudah mengarahkan begitu jadi tinggal wilayah yang memberlakukan secara optimal,” tutur Agus. (tia)