Inilah Tantangan Kementan Tingkatkan Realisasi PSR

JagatBisnis.com – Sejak setahun terakhir, realisasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) masih cukup rendah. Sehingga Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan realisasi di tahun 2022 ini. Karena pelaksanaan PSR untuk menjangkau kebun petani tidaklah semudah membalik telapak tangan. Ada 4 aspek permasalahan PSR yaitu legalitas lahan, dukungan stakeholder, minat pekebun, dan kelembagaan pekebun.

“Tantangan terberat PSR dari aspek legalitas lahan. Di lapangan masih ditemukan kebun belum punya sertifikat hak milik, lahan terindikasi masuk kawasan hutan, dan adanya tumpang tindih kebun rakyat dengan Hak Guna Usaha (HGU) dan hak tanah lainnya,” kata Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar Ditjen Perkebunan, Kementan, Hendratmojo Bagus Hudoro dalam webinar Forum Wartawan Pertanian (FORWATAN) bertemakan “Pola Kemitraan Mempercepat PSR dan Kesejahteraan Petani”, Kamis (28/4/2022).

Menurut dia, beratnya tantangan yang dihadapi berdampak kepada realisasi PSR. Terbukti, hingga April 2022, baru terealisasi 1.582 hektar (ha). Salah satu upaya yang dilakukan untuk mempermudah akses dan memperluas jangkauan PSR dengan terbitnya Permentan Nomor 03 Tahun 2022 tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Penelitian dan Pengembangan, Peremajaan, serta Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit.

Baca Juga :   Vaksin Oral Rabies mulai Diujicoba   

“Total luas perkebunan sawit di Indonesia saat ini mencapai 16,38 juta ha. Dari angka tersebut, sekitar 6,94 juta ha merupakan perkebunan sawit rakyat. Seiring pertambahan usia tanaman, saat ini diperkirakan ada 2,8 juta hektare kebun sawit rakyat yang potensial untuk diremajakan,” terangnya.

Baca Juga :   Daging Anjing Bukan untuk Dikonsumsi, Perdagangannya Ilegal

Dia menjelaskan, target utama segi PSR adalah kebun yang dikelola oleh rakyat. Sejak 2020, sesuai arahan Presiden Joko Widodo PSR ditargetkan dapat menjangkau 540 ribu ha kebun sawit rakyat. Bahkan, setiap tahunnya pemerintah menargetkan 180 ribu ha. Namun, realisasi PSR sulit dicapai dengan berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi di lapangan.

Baca Juga :   Tutup Tahun, Indonesia Ekspor Pertanian Senilai Rp14,4 Triliun

“Dari data kami, realisasi PSR tertinggi seluas 92.066 ha pada 2020. Tetapi memasuki 2021, angka pencapaian PSR turun signifikan menjadi 27.747 ha. Penurunan itu menjadi catatan bagi kami  agar pencapaian tahun-tahun ke depan harus bisa mengakselerasi pelaksanaan PSR,” tutupnya. (eva)