Komisi Xl: Banyak UMKM yang Tak Mampu Bertahan Saat Covid-19

JagatBisnis.com –  Jumlah UMKM 99,99 persen dari keseluruhan pelaku usaha di Indonesia, dengan menyerap lapangan kerja 96,92 persen yang menyumbang PDB 60,19 persen. Angka tersebut merupakan angka yang menggembirakan. Namun, fakta di lapangan ketika pandemi Covid-19 terjadi, banyak UMKM yang terdampak dan tidak mampu bertahan.

Demikianlah dikatakan anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati, saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu, seperti keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (30/10/2021).

Menurutnya, alokasi anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) untuk UMKM, belum mengangkat daya beli masyarakat. Oleh karena itu, agar indikator dari kinerja yang dilakukan oleh pemerintah tidak hanya dilihat dari sisi capaian angka, namun dilihat juga fakta di lapangan.

Baca Juga :   Setahun Jokowi-Ma’ruf, Belum Mampu Sejahterakan Rakyat

“Kita harus punya hati untuk melihat bagaimana reaksi di lapangan ketika angka-angka memperlihatkan sesuatu dengan baik. Bagaimana kenyataannya?” tutur Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan ini.

Baca Juga :   Apresiasi Kerja Para Awak Media, Anis Byarwati Gelar Media Gathering

Pihaknya juga menyayangkan mekanisme bantuan dari pemerintah yang semuanya menggunakan jalur perbankan. UMKM yang merupakan tonggak dari perekonomian nasional sebesar 99,99 persen menunjukkan, non UMKM hanya 0,01 persen tetapi hampir menguasai seluruh sumber daya di Indonesia.

“Lantas apa yang didapatkan oleh UMKM, ketika dibantu dari segala pos dan stakeholdernya tapi tetap saja tidak terangkat kesejahteraannya. Padahal UMKM sudah menyumbang 60 persen PDB dengan jumlah 65 juta unit di akhir tahun 2020. Sayangnya, belum semuanya bisa mengakses perbankan,” ungkapnya.

Baca Juga :   DPR Tegaskan, Kolaborasi Legislatif dan Eksekutif Perlu Ditingkatkan untuk Jakarta Timur

Dia menjelaskan, sebagian UMKM tidak bisa mengakses perbankan karena usahanya mikro. Sehingga banyak dana untuk UMKM mengendap di bank. Oleh karena itu, berharap hal ini menjadi perhatian semua pihak agar ke depan kondisi UMKM di Indonesia bisa lebih baik lagi. (eva)