Warung Tradisional Berikan Solusi untuk Bersaing dengan Mengadaptasi Digital

JagatBisnis.com –  Berdiri November 2017, Warung Pintar berangkat dari keinginan yang tampak sederhana: membuat warung menjadi bisnis yang berkembang. Ada sejumlah masalah yang muncul pada bisnis warung. Paling mendasar, mayoritas warung berjalan secara tradisional. Kemudian, sistem distribusinya berlapis yang menurunkan efisiensinya hingga 20-25%, serta informasi yang terfragmentasi dan asimetris yang menyebabkan tidak adanya visibilitas data sehingga menghambat pertumbuhan bagi semua pihak.

 

Warung Pintar pun didesain menjadi startup yang menyediakan solusi untuk usaha ritel warung secara menyeluruh, bahkan hingga mencari lahan usaha hingga kebutuhan dana. Targetnya adalah orang-orang yang ingin memulai usaha warung, atau para pengusaha warung yang ingin melakukan transformasi digital serta modernisasi usaha.

 

Dalam kurun waktu 4 tahun, kini Warung Pintar telah berdiri menjadi Warung Pintar Group, sebuah kelompok usaha yang khusus menaungi solusi rantai pasok untuk ekosistem warung, mulai dari pengusaha warung, toko kelontong, pengusaha grosir, distributor, hingga pemilik brand.

 

Untuk melayani ekosistem tersebut, Warung Pintar Group menghadirkan empat solusi digital yang masing-masing bertugas membantu penguatan rantai pasok warung dari hulu ke hilir. Pertama, aplikasi Warung Pintar yang ditujukan buat para pemilik warung serta toko kelontong untuk memenuhi stok warung. Fitur lain yang tersedia adalah Catatan Pintar (pencatatan utang), Komunitas Pintar (program pengembangan bisnis warung), serta Iklan Pintar (pemasukan iklan brand untuk pemasukan tambahan warung).

Kedua, aplikasi Grosir Pintar. Aplikasi ini digunakan oleh toko grosir agar mereka dapat terhubung langsung dengan ratusan pemilik warung dalam jarak 5-10 km. Selain itu, tersedia fitur Bisnis Pintar untuk pengadaan inventarisasi barang. Sejauh ini, Warung Pintar Group telah menggandeng lebih dari 600 mitra pengusaha grosir yang masing-masing melayani sekitar 200-300 pemilik warung yang masuk dalam aplikasi ini.

Ketiga, Warung Pintar Distribusi. Aplikasi ini telah hadir sejak awal startup ini berdiri. Layanan ini kian solid dari waktu ke waktu. Kini memiliki lebih dari 50 gudang dan depo di seluruh Indonesia. Dalam aplikasi ini terdapat sistem manajemen gudang serta solusi inventarisasi warung.

Keempat, Bizzy Connect. Aplikasi ini menghubungkan antara pemilik brand dan distributor secara langsung ke pemilik warung. Sistem distribusi digital yang terintegrasi ini didukung aplikasi untuk manajemen salesman hingga sistem pelacakan pengiriman yang efektif. Bagi brand yang bekerjasama, mereka dilengkapi dasbor untuk memantau distribusi barang-barangnya secara langsung.

Menurut Jiwo Damar Anarkie, Impact Manager Warung Pintar, mereka tidak mau disebut mendisrupsi pasar dalam hal ini warung, namun justru memfasilitasi dan memberikan solusi agar warung-warung yang dikelola secara tradisional bisa bersaing dengan mengadaptasi digital.

Keterangan tersebut diungkapkan Jiwo dalam acara Indonesia Brand Forum (IBF) 2021, yang diselenggarakan pada 2-4 November 2021. Dalam acara ini, Jiwo juga menguraikan apa yang menjadi target Warung Pintar dalam talkshow dengan topik “Cocreation + Collaboration: The Art of Alliances”.

Warung Pintar adalah salah satu Cool+Agile Brands yang diundang hadir dalam ajang Indonesia Brand Forum (IBF) 2021 yang berlangsung pada 2-4 November 2021. Dalam ajang ini, sejumlah brand lokal berbagi (sharing) seputar kinerja berikut kiat dan strategi bisnisnya masing-masing. Selain konferensi, pada IBF 2021 ini juga diluncurkan buku berjudul The Rise of Cool+Agile Brands. Dalam buku ini dikupas sekitar 30 brands yang mampu keluar dari jerat triple disruption. Merek-merek yang sukses melewati triple disruption ini disebut Cool+Agile Brands lantaran menawarkan model bisnis baru yang inovatif.(boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button