Wahyoo Gaet 17 Ribu Warung Makan

JagatBisnis.com –  Setelah empat tahun berdiri, Wahyoo kini telah bertransformasi menjadi layanan terpadu yang mendukung pertumbuhan usaha pemilik warung makan atau warteg. Layanan yang disediakan platform ini meliputi kemudahan berbelanja (supply chain) lewat ponsel, layanan teknologi pendukung, pelatihan wirausaha, hingga kegiatan komunitas. Tak heran ada yang menyebut Wahyoo sebagai digital social enterprise dengan fokus membantu warung makan naik kelas .

Mitra Wahyoo juga kian berkembang sebagai bukti respons pasar yang baik. Berawal dari ratusan dan ribuan warung makan, kini Wahyoo telah memiliki sekitar 17 ribu mitra yang bergabung di Jabodetabek.

Perkembangan Wahyoo yang pesat, tak bisa dilepaskan dari empat strategi yang dikembangkannya. Pertama, ekspansi. Ekspansi layanan yang agresif membuat bisnis Wahyoo bertumbuh kencang. Awal tahun 2020, misalnya, mereka mengakuisisi platform direktori toko daring Alamat.com. Situs ini menawarkan solusi digital guna membantu UMKM mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan data konsumen.

Kedua, kolaborasi. Untuk memasok kebutuhan konsumennya, Wahyoo menggandeng PaketKu, sebuah perusahaan express delivery berbasis teknologi yang mengedepankan layanan tepat waktu dengan tarif kompetitif untuk pengiriman baik antarkota maupun antarprovinsi.

Ketiga, inovasi. Untuk meningkatkan keragaman produk yang dijajakan para mitra, Wahyoo membuat unit bisnis Bikin Tajir Group yang melahirkan produk private label guna dipasarkan para mitra Wahyoo, seperti Ayam Goreng Bikin Tajir (AGBT) dan Bebek Goreng Bikin Tajir (BGBT). AGBT sudah memiliki sekitar 350 outlet dan BGBT sudah memiliki lebih dari 100 outlet yang tersebar di Jabodetabek. Memiliki private label produk menjadi strategi Wahyoo agar para mitra bisa meraup pendapatan lebih banyak lewat menu baru yang belum pernah disajikan sebelumnya.

Keempat, edukasi dan literasi. Tidak cukup hanya menyajikan teknologi untuk proses bisnis (supply chain) dan inovasi produk, Wahyoo juga melakukan edukasi fitur-fitur finansial agar pengelolaan cashflow warung menjadi lebih baik lagi. Warteg yang sudah bergabung dengan Wahyoo juga akan mendapatkan P3K atau pelatihan, pembimbingan, pendapatan dan kemudahan. Bahkan dibuat Wahyoo Academy untuk meningkatkan capacity dan capability para mitranya.

Menurut Peter Shearer, CEO Wahyoo, setelah melewati masa pandemi 2020-2021 yang berat, Wahyoo kini bersiap untuk memasuki fase-fase baru, khususnya di era new-normal sejalan dengan makin membaiknya situasi pandemi. “Lewat pengalaman, kemampuan, serta infrastruktur yang dibangun selama 4 tahun, kami ingin Wahyoo mampu melebarkan sayap ke kota-kota lain baik Pulau Jawa maupun di luar Jawa, khususnya Bali demi memberi dampak yang lebih luas lagi bagi masyarakat. Akhir tahun ini kami ingin bisa hadir di Bandung dan Bali. Kami ingin warung makan naik kelas,” katanya.

Keterangan tersebut diungkapkan Peter dalam acara Indonesia Brand Forum (IBF) 2021, yang diselenggarakan pada 2-4 November 2021. Dalam acara ini, Peter juga menguraikan apa yang menjadi target Wahyoo dalam talkshow dengan topik “Supply-Chain Integration: Aggregating the Value”.

Wahyoo adalah salah satu Cool+Agile Brands yang diundang hadir dalam ajang Indonesia Brand Forum (IBF) 2021 yang berlangsung pada 2-4 November 2021. Dalam ajang ini, sejumlah brand lokal berbagi (sharing) seputar kinerja berikut kiat dan strategi bisnisnya masing-masing. Selain konferensi, pada IBF 2021 ini juga diluncurkan buku berjudul The Rise of Cool+Agile Brands. Dalam buku ini dikupas sekitar 30 brands yang mampu keluar dari jerat triple disruption. Merek-merek yang sukses melewati triple disruption ini disebut Cool+Agile Brands lantaran menawarkan model bisnis baru yang inovatif.(boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button