Waduh! PPKM Diperpanjang, 1.600 Restoran Terancam Gulung Tikar

jagatbisnis.com – Pengusaha memperhitungkan kebijaksanaan aplikasi pemisahan kegiatan warga( PPKM) yang tengah berjalan dari 11- 25 Januari 2021 akan memberikan akibat kurang baik pada zona restoran. Bahkan dalam permasalahan terburuk, kebijaksanaan ini dianggap dapat menutup tutup permanen sebagian restoran di DKI Jakarta.

Wakil Ketua Biasa PHRI Bidang Restoran Emil Arifin mengatakan, dari memo survey sampai Oktober 2020 membuktikan sudah terdapat 1. 030 restoran yang tutup permanen.

Baginya, jika aplikasi PPKM diperpanjang, paling tidak jumlah restoran yang akan tutup permanen akan mencapai 1. 600. Ditambah lagi dengan resiko PHK yang terus menjadi besar.

” Yang tutup bagi survey kita sekitar 1. 030. Mereka dapat kegiatan jika terdapat pemodalan bonus. Jika tidak, tutup permanen. Jika diperpanjang, yang 1. 600 ini yang tutup permanen. Ini ketidakpastian membuat momok menyeramkan,” tuturnya saat rapat pers virtual, Jakarta, Senin( 18 atau 1 atau 2021).

Ia menerangkan, saat ini banyak pihak restoran yang memang memilah menutup restorannya. Sebab, dengan pemisahan layanan makan di tempat( dine in) sebesar 25 persen ditambah durasi operasional plaza cuma hingga jam 19. 00, membuat pemasukan terus menjadi menurun.

” Di restoran pemasukan kuncinya dari makan siang dan malam, jika malam saja cuma buka jam 19. 00. Otomatis pemasukan malam menurun ekstrem ditambah siang cuma 25 persen,” ucapnya.

Untuk itu, Emil meminta supaya setelah PPKM, kapasitas wisatawan dapat dinaikkan. Setelah itu jam operasional diperpanjang sampai 21. 00.

Baginya, hal itu akan meiningkatakan pemasukan restoran, dan bisa kembali memakai karyawan yang dirumahkan.

Sebagai informasi, penguasa pusat memutuskan untuk kembali meresmikan pemisahan aktivitas warga pada 11- 25 Januari 2021, untuk menekan nilai penjangkitan COVID- 19. Kali ini, sasarannya merupakan semua provinsi di Jawa dan Bali.

Kebijaksanaan ini berdasarkan pada Peraturan Penguasa( PP) nomor 21 tahun 2020 tentang Pemisahan Sosial Bernilai Besar( PSBB). Airlangga mengatakan sejumlah alasan di balik diberlakukannya kembali pemisahan sosial yang lebih ketat di dini 2021 ini.

Salah satu poin kebijaksanaan aplikasi pemisahan ialah penguasa mengatura pemisahan kepada jam buka dari kegiatan- kegiatan di pusat perbelanjaan. Jam buka maksimal merupakan hingga jam 19. 00 dan makan dan minum di tempat maksimal 25 persen. Sementara pemesanan santapan melalui take away ataupun delivery tetap diizinkan.( ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button