Vatikan: Gereja Tidak Bisa Berkati Penyatuan Sesama Jenis

JagatBisnis.com – Vatikan melaporkan kalau pemimpin tidak dapat merahmati agregasi banyak orang sesama jenis, dan kalau berkah sejenis itu diucap tidak legal.

Di sebagian negeri, semacam Amerika Sindikat dan Jerman, paroki dan pendeta telah mulai merahmati agregasi sesama jenis sebagai pengganti pernikahan. Telah terdapat jeritan untuk para uskup untuk dengan cara de facto melembagakan agregasi itu.

Berita Terkait

Tetapi, kalangan konvensional di antara 1, 3 miliyar anggota Gereja Kristen telah melaporkan kebingungan atas aplikasi itu, paling utama di Jerman di mana sekurang- kurangnya 2 uskup termasuk Elementer Reinhard Marx dari Munich yang ialah salah satu advokat paling tinggi paus, telah membuktikan sokongan untuk sejenis berkah” pastoral” itu.

Menjawab persoalan resmi dari sejumlah keuskupan tentang apakah aplikasi itu diizinkan, kantor doktrinal Vatikan, Kongregasi Ajaran Kepercayaan( CDF), menghasilkan tetapan” minus”.

Paus Fransiskus membenarkan asumsi itu, tutur CDF, dan menambahkan kalau tetapan itu” tidak dimaksudkan sebagai wujud pembedaan yang tidak seimbang, tetapi lebih sebagai pengingat akan bukti ritus ibadat” kebaktian pernikahan dan pemberkatan yang terkait dengannya.

Francis DeBernardo, ketua administrator dari kelompok sesama jenis Kristen New Ways Ministry, mengatakan ketetapan itu” tidak membingungkan, tetapi tetap mengecewakan, kalau Vatikan telah menanggapi tidak.”

Tetapi, ia mengatakan kalau” itu tidak akan mengakhiri pemeluk Kristen muncul di gereja, ataupun banyak atasan Kristen, yang amat membutuhkan berkah semacam itu terjadi.”

Ketetapan itu dianggap amat mengecewakan pemeluk Kristen sesama jenis yang berambisi Gereja mereka jadi lebih ramah di dasar kepemimpinan Paus Fransiskus.

Sejak jadi uskup agung di negeri asalnya Argentina, Paus Fransiskus telah mendukung hak pendamping sesama jenis untuk mendapatkan proteksi hukum awam tetapi beliau senantiasa menentang pernikahan sesama jenis.

Ia pula telah melangsungkan pertemuan dengan pendamping sesama jenis dan pada 2013 membuat statment yang saat ini terkenal ialah” Siapa aku yang berkuasa memeriksa” terkait rumor ikatan sesama jenis yang berupaya untuk hidup bagi ketentuan Gereja.

Gereja mengarahkan kalau jadi sesama jenis tidak dengan cara inheren berdosa tetapi mencegah aktivitas intim sesama jenis.(ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button