Vaksin Campur untuk Booster Secara Prinsip Aman

JagatBisnis.com – Pada dasarnya mencampur atau mengganti jenis vaksin Covid-19 untuk booster aman. Asalkan, vaksin tersebut sudah memiliki izin edar untuk digunakan. Sehingga tidak masalah untuk dijadikan vaksin booster, sekalipun berbeda dengan vaksin yang sebelumnya diberikan di dua dosis utama.

“Booster pada prinsipnya untuk meningkatkan antibodi yang sudah ada. Jadi, pakai vaksin apa saja boleh,” kata Peneliti Biologi Molekuler Eijkman, Amin Subandrio, Minggu (21/11/2021).

Dia menjelaskan, biasanya booster diberikan 6-8 bulan setelah suntikan dosis kedua. Terpenting, kapan vaksin ada dan sudah waktunya diberikan.
Sebenarnya sampai saat ini belum ada kajian lengkap waktu terbaik untuk pemberian vaksin booster.

“Sebab, khususnya di Indonesia saat ini yang lebih diutamakan adalah bukan booster, melainkan penyelesaian vaksin dosis pertama dan kedua. Vaksin dosis pertama saja belum banyak yang menerima, apalagi kedua, apalagi booster. Jadi booster vaksin untuk Covid-19 itu belum jadi prioritas,” ujarnya.

Dipaparkan, Indonesia juga sampai saat ini belum memiliki data terkait hasil campur-campur vaksin Covid-19 untuk booster. Sehingga masih mengacu pada penelitian yang dilakukan di luar negeri. Tapi tak menutup kemungkinan dalam beberapa bulan ke depan Indonesia sudah memiliki hasil penelitian terkait studi intensif soal campuran vaksin Covid-19 untuk booster.

“Adapun efek samping vaksin Covid-19 booster, kemungkinan akan sama seperti dirasakan seperti suntikan dosis vaksin pertama maupun kedua. Mulai dari timbul demam dan pegal-pegal. Tapi sejauh ini sebagian besar aman untuk campuran vaksin di booster,” imbuhnya.

Sementara, Ahli Biologi Molekuler Ahmad Rusdan Utomo menambahkan, pada umumnya pemberian vaksin booster yang berbeda dengan vaksin di dua dosis sebelumnya tidak ada masalah.

“Jadi, apapun booster vaksin yang dipakai akan memberikan proteksi lebih tinggi kepada penerima. Hanya saja saat ini booster dirasa masih belum terlalu dibutuhkan. Karena, dua dosis vaksin yang sudah diberikan sebelumnya di Indonesia disebut sudah cukup aman untuk memproteksi masyarakat dari paparan virus corona, termasuk varian delta,” tutup Ahmad. (*/esa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button