Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Bea Cukai Berikan Asistensi Kepada Para Pelaku Usaha

JagatBisnis.com – Bea Cukai di beberapa wilayah di Indonesia kembali melaksanakan program customs visit customer (CVC). Tujuannya tidak lain adalah untuk memberikan asistensi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada para stakeholders.

Di wilayah Kalimantan, Bea Cukai Sangatta bersama Bea Cukai Wilayah Kalimantan Bagian Timur mengunjungi PT Kaltim Prima Coal dan PT Batuta Chemical Industrial Park. “Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau lokasi sehubungan dengan pengajuan penetapan kawasan pabean di wilayah Lubuk Tutung,” ungkap Hari Murdiyanto, Kepala Kantor Bea Cukai Sangatta.

Masih di wilayah Kalimantan Timur, Bea Cukai Tarakan mengadakan kunjungan ke PT Mustika Minanusa Aurora. Kepala Kantor Bea Cukai Tarakan, Minhajuddin Napsah menyatakan bahwa, “kunjungan atau CVC ini merupakan sarana Bea Cukai untuk mengetahui proses bisnis perusahaan dan untuk mengetahui jika ada kendala yang dialami perusahaan dari sisi kepabeanan,” ungkapnya.

Di Sulawesi, Bea Cukai Pantoloan melakukan CVC ke PT Tanjung Sarana Lestari yang merupakan perusahaan dengan status kawasan berikat. Samrisjen S Manik selaku manager produksi PT TSL menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bea Cukai atas performa layanan yang telah diberikan khususnya di Kawasan Berikat periode tahun 2021.

“Selama ini, saya tidak pernah mendengar complain atau keluhan anggota terkait Bea Cukai, karena petugas Bea Cukai sendiri yang kami rasakan di lapangan sudah 100 persen dalam memberikan pelayanan. Petugas selalu siap 24 jam sehingga tidak ada kegiatan yang tertunda.”

Kegiatan CVC juga dilakukan Bea Cukai Purwokerto yang mengunjungi usaha Abon Sapi Cap Koki yang merupakan salah satu UKM berlokasi di Purbalingga. Kepala Kantor Bea Cukai Purwokerto, Nelson Hasoloan menyatakan dalam kunjungan kali ini Bea Cukai mencoba untuk memahami proses bisnis UKM tersebut dan memberikan pengetahuan terkait prosedur ekspor.

Bea Cukai Purwokerto dalam hal ini Tim Klinik Ekspor menjelaskan secara tuntas mulai dari persiapan akses kepabeanan melalui modul ekspor sampai bagaimana barang dimuat ke sarana pengangkut untuk di ekspor. Dari diskusi tersebut, Novi selaku pemilik UKM mengaku puas dan tidak lagi berpikir bahwa ekspor itu rumit dan membutuhkan proses yang panjang. (srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button