Tingkatkan Kesejahteraan Petani di Masa Pandemi, Ada Program ‘SHARP MAPAN’

JagatBisnis.com – Untuk mendukung ketahanan pangan dan mensejahterakan petani, PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) menggelar program Sharp Mapan. Melalui program ini disediakan lahan sawah seluas 20 hektar secara bertahap untuk di kelola secara mandiri oleh kelompok tani yang terpilih. Selain itu, para petani juga akan dibantu permodalan pengadaan sarana produksi padi (Saprodi) dan dibekali beragam pengetahuan untuk menggarap dan mengelola hasil panen hingga pendistribusian.

Presiden Direktur PT SEID, Shinji Teraoka mengatakan, untuk tahap awal, pihaknya menyediakan lahan seluas 7 hektar di Desa Pacing, Kecamatan Jatisari, Karawang Timur. Lahan itu digarap oleh lebih dari 230 petani. Kegiatan tanam raya dilakukan sejak 7 Juli 2021 Tahap I ini akan melakukan panen raya di akhir Oktober dengan target panen 6,5 ton.

“Untuk meningkatkan hasil produksi yang baik dan berkualitas, pada tahap pertama, program ini menggunakan benih unggul GMP-04, untuk terlebih dahulu menetralisiir tanah yang sudah terpapar pupuk kimia,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (17/7/2021).

Menurutnya, Sharp Mapan 2 rencananya dilakukan di lokasi yang sama, pada awal November 2021 mendatang. Tahap kedua ini dengan skala yang lebih besar. Karena memiliki luas 13 hektar dan akan melibatkan ratusan petani lainnya, sebagai upaya pemerataan kesejahteraan petani di Karawang.

“Pada tahap kedua akan menggunakan bibit unggul HMS 700 yang merupakan benih lokal hasil perpaduan unik yang mempunyai karakter disukai petani karena dapat meningkatkan hasil panen hingga 50-70 persen. Benih ini juga tahan terhadap kekeringan dan hama penyakit utama padi,” bebernya.

Dia memaparkan, kegiatan ini akan dipantau hingga para petani dapat melakukan sistem pertanian baru serta perniagaan secara mandiri. Sehingga para petani bisa menduplikasi program ini ke wilayah lainnya. Program ini juga memiliki dampak positif bagi masyarakat desa lainnya. Karena melibatkan para pemuda desa untuk membantu dalam hal pendampingan program.

“Para pemuda ini akan dilatih dan diberikan wawasan untuk bisa membantu para petani dalam menjalankan program hingga selesai,” ucapnya.

Pihaknya berharap, melalui program ini akan bermunculan petani-petani usia muda yang memiliki visi dan misi untuk meningkatkan pertanian di Indonesia. Sehingga tujuan peningkatan ketahan pangan nasional akan tercapai dan perekonomian di Indonesia dapat meningkat.

“Selain itu, kami juga berharap dengan program ini akan mampu menghidupkan perekonomian masyarakat pedesaan melalui pelatihan perniagaan dan pemasaran, serta mengubah pola pertanian kimia menuju pertanian alami,” tutupnya. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button