Tingkatkan Investasi dan Ekspor, Bea Cukai Pikat Investor dengan Kawasan Berikat

JagatBisnis.Com –  Dalam rangka meningkatkan investasi dan mendorong sektor ekspor, pemerintah memberikan insentif fiskal di bidang kepabeanan dan perpajakan di tempat penimbunan berikat. Salah satu insentifnya adalah kawasan berikat, yaitu tempat penimbunan berikat untuk menimbun barang impor dan barang yang berasal dari tempat lain dalam daerah pabean, guna diolah atau digabungkan yang hasilnya terutama untuk diekspor. Fasilitas yang ditawarkan dalam kawasan berikat yaitu perlakuan khusus dalam aspek kepabeanan dan perpajakan.

“Efisiensi proses produksi, peningkatan mutu barang, dan lancarnya arus keluar masuknya barang ke dan dari Indonesia adalah cara untuk meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia. Dengan pemberian fasilitas kawasan berikat, para investor akan lebih bergairah untuk melakukan kegiatan bisnisnya secara terpadu dan dapat lebih bersaing di pasaran internasional atas produk industri yang mereka hasilkan,” ujar Kepala Seksi Humas Bea Cukai, Sudiro, pada Jumat (5/3/2021).

Bea Cukai pun gencar memikat para investor untuk menjajaki fasilitas kawasan berikat, seperti yang dilakukan Bea Cukai Purwokerto dengan membuka diskusi bersama PT Purnama Asih Surya Indonesia (PASI) pada tanggal 1 Maret 2021. Perusahaan yang bergerak di bidang industri garmen tersebut berniat memperluas pangsa pasar produknya ke pasar internasional dengan memanfaatkan fasilitas kawasan berikat.

“Kami memikat para investor dengan kawasan berikat yang memiliki banyak manfaat untuk perusahaan. Seperti efisiensi waktu pengiriman barang dengan tidak dilakukannya pemeriksaan fisik di tempat penimbunan sementara (TPS/pelabuhan), adanya fasilitas perpajakan dan kepabeanan yang memungkinkan pengusaha kawasan berikat dapat menciptakan harga yang kompetitif di pasar global serta dapat melakukan penghematan biaya perpajakan, cash flow perusahaan serta production schedule lebih terjamin, dan membantu usaha pemerintah dalam rangka mengembangkan program keterkaitan antara perusahaan besar, menengah, dan kecil melaui pola kegiatan sub kontrak.”

Selain Bea Cukai Purwokerto, pada tanggal 24 Februari 2021 Bea Cukai Purwakarta juga mengasistensi pendirian kawasan berikat PT Unicorn Handbag Factory, salah satu perusahaan asal China yang memproduksi tas yang berlokasi di Kawasan KNIC, Karawang, Jawa Barat.

“Perusahaan padat karya ini berencana akan melakukan pemasarannya ke berbagai negara di wilayah Eropa dan Amerika. Selain itu, calon penerima fasilitas kawasan berikat ini juga berencana menyerap 400 tenaga kerja pada tahap pertama, sehingga dapat membuka lapangan kerja di wilayah Kabupaten Karawang. Pada asistensi pendirian fasilitas Kawasan berikat tersebut, Bea Cukai lebih memfokuskan kepada persyaratan fisik bangunan, tata letak CCTV dan sistem IT Inventory perusahaan. Kegiatan asistensi ini diawali dengan peninjauan lokasi perusahaan dan dilanjutkan dengan diskusi perihal fasilitas kawasan berikat,” jelas Sudiro.

Tak berbeda, ruang diskusi dan asistensi juga disediakan Bea Cukai Semarang sebagai bentuk pelayanan Bea Cukai dalam menggaet para investor untuk memanfaatkan fasilitas kawasan berikat. Dua perusahaan, yaitu PT Helmut Zepf Indonesia dan PT Oceanco mengirimkan perwakilannya masing-masing untuk berkonsultasi dengan Bea Cukai Semarang. PT Helmut Zepf Indonesia sebagai pengguna fasilitas kawasan berikat mandiri berdialog dan berkonsultasi terkait kepindahan lokasi pabrik, IT Inventory, dan CCTV perusahaan. Sedangkan PT Oceanco sebagai perusahaan penanaman modal asing (PMA) berkonsultasi mengenai prosedur dan persyaratan pengajuan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) dan kawasan berikat.

“Asistensi dan ruang konsultasi yang digelar oleh kantor-kantor pelayanan Bea Cukai untuk mengenalkan kawasan berikat ini juga mencerminkan komitmen Bea Cukai dalam melakukan pelayanan serta menjalankan salah satu fungsi Bea Cukai yaitu sebagai trade facilitator. Pada akhirnya kami berharap perusahaan-perusahaan tersebut dapat berkembang demi sepenuhnya kesejahteraan rakyat Indonesia,” tutup Sudiro.(hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button