Tinggi Protein, Kedelai Batan Bisa Jadi Solusi Stop Keledai Impor

jagatBisnis.com — Mahalnya harga kedelai impor di pasaran, berdampak pada produksi tahu dan tempe. Padahal, Indonesia bisa tak lagi bergantung pada kedelai impor karena Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) telah menghasilkan 2 varietas kedelai unggul yaitu Super Genjah Batan (Sugentan) 1 dan Sugentan 2. Kedua varientas kedelai tersebut memiliki protein yang lebih tinggi dan lemak yang lebih rendah dibanding kedelai impor.

“Kedua varientas kedelai itu merupakan hasil perbaikan dari varietas Argomulyo. Varientas tersebut harapkan mampu menjadi salah satu upaya mengatasi kelangkaan kedelai di Indonesia. Sehingga Indonesia tak lagi bergantung pada impor,” kata Kepala Batan, Anhar Riza Antariksawan dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Rabu (13/01/2021).

Berita Terkait

Dia mengungkapkan, kelangkaan kedelai ini menjadi hal yang serius dan perlu dicarikan solusinya sesegera mungkin. Apalagi, kenaikan harga kedelai di Indonesia karena naiknya harga kedelai impor. Padahal, kebutuhan kedelai nasional saat ini, sebagian besar dipenuhi melalui impor. Kondisi ini sebagai momentum untuk kembali menguatkan program swasembada kedelai secara nasional.

“Sebagai bentuk kontribusi dalam upaya meningkatkan produksi kedelai nasional, kami telah berkontribusi dalam penyediaan benih unggul kedelai. Hingga saat ini, kami telah menghasilkan 14 varietas unggul benih kedelai yang sebagian besar telah diperkenalkan kepada para petani,” bebernya.

Anhar menjelaskan, varientas unggul kedelai tersebut dihasilkan melalui sebuah proses yang memanfaatkan radiasi gamma. Dari hasil penelitian, rata-rata kandungan protein dari varietas kedelai Batan yang sebesar 39,82 persen lebih tinggi dibandingkan kedelai impor yang sebesar 37,1 persen. Rata-rata kandungan lemaknya sedikit lebih rendah, yakni sebesar 17,61 persen, dibandingkan kedelai impor yang sebesar 19,41 persen.

“Kami berharap varietas benih unggul kedelai yang kami hasilkan bisa dijadikan varietas yang dimanfaatkan secara nasional. Oleh sebab itu, kami mendorong petani untuk menggunakan kedelai lokal dari varietas unggul yang tentunya jauh lebih segar, sehat dan enak. Sehingga meningkatkan pendapatan para petani dan mendukung upaya swasembada kedelai di Indonesia,” tutupnya. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button