Tali Pocong Tak Dilepas, Makam Asiah Akhirnya Dibongkar

JagatBisnis.com –   Keluarga dan masyarakat di Desa Cidadap, Kelurahan Tinggar, Kecamatan Curug, Kota Serbu, Banten, memecahkan kembali kuburan Asiah( 45), untuk dimandikan, di sholatkan dan dimakamkan kembali jenazahnya. Keluarga berterus terang ragu dengan pengurusan jenazah yang dilakukan RSUD Banten.

Jenazah Asiah dimakamkan menggunakan boks seperti penderita covid- 19. Saat boks di buka, mereka terkejut ikatan pocong yang seharusnya dilepas, masih terikat kokoh.

” Tetap dimakamin di sana, hanya petinya dibuka aja. Dibuka lagi, di mandiin lagi, di sholatin lagi, pihak keluarga hanya pingin sempurna. Ikatan pocong juga enggak dibuka,” tutur Roni, suami almarhumah, Sabtu kemarin.

Roni berterus terang istrinya masuk ke RSUD Banten dengan keluhan darah besar, pada Kamis, 10 Juni 2021. Asiah meninggal pada Minggu, 20 Juni dan dimakamkan besok harinya, Senin, 21 Juni 2021.

Selama dirawat di RSUD Banten, keluarga tidak diperbolehkan menjenguk. Bahkan dalam pesan kepergiannya juga, tidak tercatat Asiah meninggal karema covid- 19.

Roni bingung, jika istrinya minus corona, tetapi keluarga tidak diperbolehkan menjenguk sampai mengurus jenazah dengan cara langsung. Anehnya, almarhumah tiba ke rumah gelisah cuma di dampingi oleh pengemudi ambulans RSUD Banten dan suami, masyarakat yang mengebumikan tidak diperbolehkan membuka boks mati.

” Ia di uji covid, dokter bilang Alhamdulillah Bunda( almarhumah) minus hasilnya. Tuturnya enggak bisa diurusin dirumah, padahal pingin amat sangat dibawa ke rumah. Tuturnya khawatir meluas aja, padahal uji nya minus,” terangnya.

Saat sebelum memecahkan kembali jenazah, pihak keluarga berterus terang sudah berbicara dengan Pimpinan RT, RW, lurah, camat, polisi, sampai puskesmas setempat. Seluruhnya juga memberikan permisi pada keluarga untuk melakukan pembongkaran kuburan.

Keluarga dan masyarakat siuman, jika mereka mendapatkan keterangan tercatat jika Asiah meninggal karena positif covid- 19, mereka tidak akan berani memecahkan kuburan almarhumah.

” Sakit darah besar. Penguburan dari masyarakat seluruh, pihak Rumah sakit tanpa penjagaan, hanya pengemudi serupa aku. Jika kena covid, yang makamin pula bukan masyarakat, dengan penjagaan kencang,” ucapnya.

Setelah itu pihak RSUD Banten membenarkan Asiah meninggal karena positif covid- 19. Mereka memiliki hasil uji PCR dari almarhumah.

Setelah itu terkait penguburan jenazah yang dilakukan oleh masyarakat. Dirut RSUD Banten, Danang Hamsah Nugroho membenarkan itu sudah nyaman dan sesuai prokes. Karena pemulasaran jenazah dilakukan di rumah sakit.

” Di prokes kan. Itu kan di pemulasan dengan boks jenazah, itu prokes. Itu sudah di pulasarankan di Rumah sakit, sudah prokes. Itu kan sudah di cukilan, nyaman,” tutur Dirut RSUD Banten, Danang Hamsah Nugroho, melalui selulernya.

Danang membenarkan Asiah meninggal dengan status positif covid- 19. Berlainan dengan akta kematian dari RSUD Banten bernomor 505 atau 0212 atau IKFM atau RSU Banten atau VI atau 19 atau 2021, nomor rekam kedokteran 10. 02. 73, yang ditanda tangani oleh dokter. Fathurrohim senantiasa kepala instalasi ilmu mayat dan medikolegal, yang melaporkan Asiah meninggal karena sakit. Tetapi tidak tercatat jelas sakit yang di deritanya.

Dalam pesan itu tercatat jika Asiah meninggal pada Minggu, 20 Juni 2021 jam 15. 00 wib. Sampai Sabtu pagi, 26 Juni 2021, jam 09. 00 wib, keluarga memecahkan kembali kuburan almarhumah.

” Hasil PCR nya pula terdapat, positif. Lalu udah di mandikan, suaminya pula turut, di makamkan dengan prokes karena ia dari ICU,” jelasnya.(ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button