Tak Hanya Anggota Dewan, Anang dan Ashanty juga Divaksin Nusantara

JagatBisnis.com –  Vaksin Nusantara ciptaan mantan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mendadak populer. Sejumlah anggota dewan ramai-ramai melakukan vaksinasi Nusantara.

Kini giliran pasangan selebriti, Anang dan Ashanty yang ikut Vaksin Nusantara. Pasangan artis Anang Hemansyah dan Ashanty tiba di gedung RSPAD Gatot Soebroto, Jumat (16/4/2021).

Anang, Ashanty dan Azriel mengikuti rangkaian vaksinasi Vaksin Nusantara.
Ketiganya langsung memasuki gedung Cellcure Center RSPAD Gatot Soebroto tempat uji klinis Vaksin Nusantara. Ketiganya pun tidak memberikan komentar apapun pada awak media.

Peneliti Utama Vaksin Nusantara, Kolonel dr Jonny, menyampaikan, bahwa Anang dan Ashanty datang ke RSPAD untuk jalani rangkaian vaksinasi Vaksin Nusantara. Mereka datang untuk diambil sampel darahnya.

“Iya Anang dengan Ashanty datang (ikuti rangkaian vaksinasi Vaksin Nusantara). Semua pengambilan sampel,” kata Jonny saat dikonfirmasi, Jumat (16/4/2021).
Sebelumnya, sejumlah anggota komisi IX DPR RI mendatangi RSPAD Gatot Soebroto, Rabu (14/4/2021).

Mereka mengikuti pengambilan darah untuk diproses menjadi vaksin nusantara, vaksin COVID-19 berbasis sel dendritik buatan mantan Menkes RI dr Terawan Agus Putranto.
Informasi ini dikonfirmasi oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena.

Menurutnya, sebagian dari anggota DPR yang disuntik akan masuk dalam data uji klinis.
Meski vaksin Nusantara melakukan uji klinis fase II, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum memberikan lampu hijau terkait kelanjutan uji klinis Vaksin Nusantara.

Sehingga muncul kritik dari ahli yang menyebut bahwa vaksin Nusantara ini seperti memaksakan terkait uji klinisnya. Terlihat uji klinis fase dua ini dilakukan tanpa izin BPOM.

Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban menilai sulit untuk meyakinkan diri dan bisa percaya terhadap vaksin Nusantara. Pasalnya, uji klinis fase satu juga belum meyakinkan.

“Tanpa bermaksud tendensius, saya ingin pihak Vaksin Nusantara menjelaskan kepada publik, kenapa tetap ingin melaksanakan uji klinis fase dua,” jelas Prof Zubairi, dikutip dari dikutip dari akun Twitter @ProfesorZubairi atas izin yang bersangkutan, Rabu (14/4/2021).

“Padahal BPOM belum keluarkan izin untuk itu. Relawannya pun DPR, yang sebenarnya sudah menjalani vaksinasi kan? Ini benar-benar ganjil,” tambahnya.

Prof Zubairi berharap, agar hal ini bisa dibicarakan dengan baik oleh BPOM dengan pihak vaksin Nusantara.

“Bagi saya, tidak ada yang lebih penting selain evidence based medicine (EBM). Kalau uji klinis fase dua ini dilakukan tanpa izin BPOM, rasanya kok seperti memaksakan ya,” pungkasnya.

Sebelumnya Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) juga sudah mendapat suntikan vaksin nusantara. Juru bicara Ical, Lalu Mara Satria Wangsa, mengkonfirmasi kabar tersebut.

Dikatakan, Ical mendapat suntikan vaksin nusantara di RSPAD Gatot Soebroto. Selain karena percaya pada kemampuan dr Terawan, Ical disuntik juga sebagai bentuk dukungan terhadap riset ‘kontroversial’ tersebut.

“Beliau bukan saja mendukung tapi juga mendoakan Vaksin Nusantara sukses. Ini kan sesuai dengan permintaan Bapak Presiden agar kita mencintai produk dalam negeri,” kata Lalu, Selasa (13/4/2021).(HAB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button