Tahun 2021, Indonesia Akan Pasang 7 Buoy Baru Untuk Antisipasi Gempa Megathrust

jagatBisnis.com — Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bakal menempatkan 7 alat pendeteksi tsunami (buoy) pada awal 2021. Buoy baru ini akan ditempatkan di sejumlah wilayah di Indonesia yang rawan gempa megathrust yang memicu tsunami.

Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT Muhammad Ilyas mengatakan ke-7 buoy tersebut akan ditempatkan di selatan Jawa dan barat Sumatera dalam kondisi baru. Selain itu, seluruh buoy juga akan dilengkapi dengan satelit pengamanan (argos) dan kamera pengawas. Argos  digunakan untuk memastikan keberadaan buoy.

“Penempatan buoy di sejumlah kawasan rawan tsunami di Indonesia sangat penting dilakukan. Kami akan segera menyebar ke-7 buoy tersebut. Karena sejumlah buoy milik kami hilang. Sedangkan kamera, digunakan untuk mengetahui siapa yang mendekat alat tersebut,” katanya di Jakarta, Senin (04/01/2021).

Ilyas memaparkan, sebenarnya pihaknya  telah membuat buoy sebanyak 11 unit sepanjang 2020. Namun, ada 4 unit sengaja tidak dipasang agar bisa menjadi cadangan ketika buoy yang telah terpasang mengalami kerusakan atau hilang. Karena kalau dipasang semua, lalu rusak atau perlu perbaikan tidak memiliki cadangan.

“Amerika Serikat dan sejumlah negara menempatkan buoy di dekat wilayah Indonesia. Hal itu dilakukan dalam rangka mendeteksi tsunami dari gempa megatrust yang berpotensi terjadi di wilayah Indonesia. Jadi mereka menempatkan buoy untuk memproteksi megatrust di Indonesia,” ujar Ilyas.

Ilyas mengingatkan buoy hanya bertujuan untuk mempercepat pemberitahuan informasi di lokasi yang mengalami tsunami. Alat utama yang berperan mengidentifikasi terjadi tsunami adalah seismograf milik BMKG.

“Kalau tidak ada buoy itu tidak apa-apa. BMKG punya model sistem peringatan dini tsunami berdasarkan gempa,” tegasnya. (esa/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button