SIC 2021, Lulusan SMK Dibekali Web Programming

JagatBisnis.com –  Samsung Electronics Indonesia sebagai pemimpin pasar produk teknologi terdepan kembali menghadirkan Samsung Innovation Campus (SIC) – Batch 2 – 2020/2021. Program yang sudah dimulai sejak Oktober 2020 lalu hingga kini selalu menampilkan proyek-proyek terbaik dari siswa-siswa SMK. Karena program ini tetap berfokus pada pengembangan kemampuan dasar teknologi yang semakin dibutuhkan industri 4.0.

“Apalagi SIC tahun ini menekankan materi pelatihan pada pengembangan website sebagai platform dasar untuk informasi produk atau layanan. Karena program ini berfokus pada kemampuan teknis (hard skill) dan membantu meningkatkan soft skill yang kuat,” kata Direktur Samsung R&D Institute Indonesia (SRIN), Risman Adnan M, dalam jumpa pres SIC 2021, secara virtual, Kamis (28/10/2021).

Dia menjelaskan, pelatihan yang diberikan dalam program kali ini meliputi Design Thinking, Web Design (UX), dasar-dasar pemrograman website seperti HTML, CSS, Javascript, serta kemudahan akses networking komunitas belajar lintas sekolah bersama para mentor yang ahli dibidangnya.

“Metode tersebut sejalan dengan rumus pembelajaran 8+i Link and Match dari Kemendikbudristek dalam mencetak lulusan SMK yang mampu menjawab tantangan industri melalui kemampuan khusus di bidang teknologi informasi dan perangkat lunak,” imbuhnya.

Dia membeberkan. ada 27 orang guru sebagai penerima manfaat pertama dari materi SIC yang dilakukan melalui pelatihan intensif untuk meningkatkan standar pengetahuan guru serta memantapkan pedagogia. Sehingga mampu mendampingi dan melanjutkan proses pembelajaran pemrograman serta product development secara mandiri bersama para siswa.

“Penyelenggaraan program Batch 2 ini diminati hingga 750 siswa. Laku, terpilih 396 siswa dari 13 SMK dari seluruh Indonesia yang dapat mengikuti tahap pelatihan awal dalam bidang product development, web design dan coding & web development. Seleksi lanjutan untuk dapat mengikuti pelatihan intensif product development bootcamp menghasilkan 46 siswa dari 13 tim dari 6 SMK,” paparnya.

Dari ke 13 tim tersebut, lanjutnya, terpilihlah 5 tim terbaik yang terdiri dari 19 siswa untuk tahapan Product Development Canvas dan Pitching Canvas. Mereka mempersiapkan lebih matang lagi proyek-proyeknya untuk dipresentasikan ke dewan juri. Tim yang termasuk dalam lima besar adalah 1 tim dari SMK Negeri 1 Geger Madiun, 2 tim dari SMK Negeri 2 Surakarta Dan 2 tim dari SMK Negeri 1 Cimahi.

“Pada acara puncak, para finalis menghasilkan project atau produk yang mampu menjadi solusi digital untuk pemecahan masalah sosial dan lingkungan sekaligus akan memperkuat pengetahuan dasar tentang pengembangan produk dan coding. Dalam kesempatan yang sama, SIC 2021 juga memberikan beasiswa program Job Readiness yang diselenggarakan oleh Skilvul,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan program ini pihaknya mempertegas komitmennya dalam mendorong terciptanya generasi masa depan yang mampu berkompetisi di industri melalui penyelenggaraan program ini. Adapun tujuan program ini
meningkatkan keterampilan dan kapabilitas siswa SMK dari sekolah mitra dengan memberikan metode pembelajaran.

“Saat ini Kemendikbud Ristek juga sedang mempersiapkan terciptanya generasi lulusan SMK yang berkualitas sesuai kebutuhan dunia kerja yang dalam pelaksanaannya melibatkan multisektor, mulai dari tenaga pengajar hingga para pelaku industri. Kebutuhan tenaga kerja berkemampuan digital yang akan semakin meningkat seiring dengan akselerasi interaksi digital pada era industri 4.0 menjadi perjalanan panjang yang akan berdampak pada pertumbuhan bangsa,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Wikan Sakarinto, menambahkan, pihaknya telah dan akan terus melakukan revitalisasi SMK yang dilakukan sejak 2019 dan hingga kini terus tingkatkan. Implementasi konkrit kerjasama dengan dunia kerja itu berpedoman pada rumus Link and Match (taut-suai) 8+i.

“Tujuannya untuk menciptakan keselarasan mendalam, menyeluruh dan berkelanjutan dalam semua aspek penyelenggaraan pendidikan vokasi, yakni antara SMK dengan dunia kerja. Karena kami berharap program SIC dapat menguatkan softskill, hardskill, dan karakter siswa SMK serta memberikan perspektif kebutuhan riil terkini dari industri saat ini. Sehingga siswa SMK bisa membangun passion dan visinya sedini mungkin,” tutupnya. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button