Sharp Akan Hadirkan Notebook Murah

JagatBisnis.com  – Pada akhir Juni 2020 lalu, Sharp Corp secara resmi mengakuisisi 100 persen Dynabook Inc, selaku anak usaha Toshiba yang fokus pada produk notebook dan laptop. Di bawah merek Sharp, Dynabook semakin agresif memasuki pasar Indonesia meski di masa pandemi. Bahkan, memberikan pilihan produk bagi konsumen,, baik dari segi fitur maupun harga.

Head of Marketing AUVI Product Strategy Division PT Sharp Electronics Indonesia (SEID), Ardy mengatakan, Indonesia memiliki pasar yang cukup besar dengan angka penjualan sekitar 120.000 unit per bulan. Angka itu setara dengan Rp600 miliar. Dimana, pangsa pasar sebesar 80 persen masih didominasi oleh produk di bawah Rp7 juta dan 20 persen untuk kategori produk di atas Rp7 juta.

“Untuk menjawab tantangan dari keadaan pasar notebook di Indonesia, kami pun menghadirkan beberapa varian produk mulai dari harga Rp8 juta hingga Rp 16 juta dengan menargetkan kelas menengah dan premium,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (22/3/2021).

Ke depannya, lanjut dia, pihaknya telah mempersiapkan untuk memperluas pangsa pasarnya dengan masuk ke pangsa pasar notebook di bawah Rp7 juta. Dengan harga itu, menyasar generasi muda dan pelajar dengan mengembangkan penjualan melalui kanal online maupun offline store.

“Selain itu, kami juga berencana untuk memperluas pangsa pasar melalui toko-toko elektronik rekanan di pusat-pusat perbelanjaan elektronik. Karena Dynabook memiliki peluang besar untuk berkembang dan bersaing melalui keunggulan-keunggulan produknya,” ungkapnya.

Sementara itu, National Sales Senior General Manager PT SEID, Andry menambahkan, memasuki kuartal kedua di tahun 2021, pihaknya semakin optimis dapat mencatat angka penjualan yang lebih baik dari kuartal sebelumnya. Apalagi, untuk meningkatkan dan memperluas pangsa pasar menambah kategori produk baru seperti notebook dan smartphone.

“Kami menjadikan produk notebook sebagai salah satu produk backbone dimasa yang akan datang. Makanya, kami berusaha untuk dapat menembus omzet penjualan sebesar Rp12 triliun dalam setahun. Guna mencapai angka tersebut kami terus berusaha menggali potensi dengan meluncurkan kategori produk terbaru yang memang sesuai dengan masa dan kebutuhan konsumen di Indonesia,” pungkasnya. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button