Selama Pandemi, Ini yang Dicari Nitizen Indonesia di Google

JagatBisnis.com –  Google kembali mengumumkan daftar pencarian terpopuler di Indonesia sepanjang tahun 2020. Daftar ini dirangkum dalam laporan Year in Search 2020. Banyak kata kunci baru yang muncul dan menjadi tren karena pandemi Covid-19.

Head of Large Customer Marketing Google Indonesia, Muriel Makarim mengatakan, tahun 2020 menjadi periode yang menantang bagi sejumlah industri. Apalagi tahun itu, industri
dituntut untuk dapat beradaptasi dengan perubahan kebiasaan baru atau akrab diistilahkan dengan new normal. Sehingga banyak tren-tren baru yang mungkin tidak pernah lihat di tahun 2019 dan 2018

“Ada 8 kata kunci (keyword) baru yang muncul sejak masa pandemi berlangsung, di antaranya swab test, antigen, rapid test, serology test, cara cuci tangan dengan benar, cara membuat sanitizer reusable mask dan maskne,” kata Muriel dalam sesi conference call, Selasa (23/2/2021).

Selain itu, Google juga memaparkan 5 tren utama mengenai daftar pencarian populer di Indonesia selama periode tersebut. Di antaranya, penelusuran dengan kata kunci “kesehatan mental” dilaporkan naik 70 persen dan “self-care” meningkat hingga 45 persen.

“Kesadaran soal isu-isu sosial juga mulai dicari tahu. Misalnya keyword “rasisme adalah” itu meningkat 40 persen,” lanjutnya.
Isu yang ditelusuri mengenai kesetaraan gender pun meningkat. Berdasarkan data Google, kata kunci “gender equality” meningkat 25 persen,” paparnya.

Diungkapkan, hal ini diikuti dengan kenaikan jumlah penelusuran kata “menyumbangkan” sebesar 150 persen. Beberapa di antaranya juga mengapresiasi para tenaga medis yang saat ini menjadi garda terdepan dalam menghadapi Covid-19. Ada tiga kata kunci yang sering dipakai seperti “apresiasi untuk tenaga medis”, “puisi untuk tenaga medis”, dan “lagu untuk tenaga medis”.

“Jadi tenaga medis seolah dianggap sebagai pahlawan untuk sekarang ini, karena mereka membantu orang-orang sakit. Jadi orang Indonesia ingin memberikan apresiasi untuk mereka. Ketika juga liat orang Indonesia ingin support ekonomi, kata “buatan Indonesia” di sini meningkat sampai 95 persen,” ujar Muriel.

Seperti diketahui, lanjut dia, pandemi telah mengaburkan garis pembatas kehidupan di kantor dan di rumah, sehingga membuat orang Indonesia harus bekerja sekaligus berperan sebagai orang tua di rumah.
Dengan adanya pandemi ini, batas antara kehidupan kantor, rumah, dan sekolah menyatu. Melihat situasi tersebut, penelusuran mengenai “kegiatan anak di rumah” naik drastis hingga 330 persen dan “e-learning” naik mencapai 180 persen.

“Orang-orang juga mulai mencari ke Google Search untuk mempermudah kehidupannya dan cari solusi supaya anak mereka sibuk sama kegiatannya,” ucap Muriel.

Dengan keterbatasan pilihan hiburan sejak pandemi berlangsung, orang Indonesia mencari cara lain untuk relaksasi dan menikmati waktu sebaik mungkin selama berada di dalam rumah. Maka, pilihan untuk liburan pas pandemi ini jadi terbatas. Orang Indonesia sekarang lebih rajin cari cara untuk santai walaupun di rumah.

“Hal ini terlihat dari tingginya angka penelusuran untuk kata kunci “tanaman rumah” sebesar 120 persen dan “hewan peliharaan” yang juga ikut naik mencapai 95 persen. Adapun aktivitas lain yang mulai populer selama pandemi yaitu mendengarkan podcast dan memiliki hewan peliharaan baru di rumah. Bahkan, kata kunci “podcast” meningkat hingga 170 persen dan penelusuran mengenai “ikan cupang” juga naik mencapai 110 persen,” urainya.

Pandemi dikatakan Google menjadi momentum orang Indonesia untuk mempersiapkan masa depan. Hal ini terlihat dari kenaikan penelusuran kata “daftar usaha” sebesar 200 persen dan “digital marketing” mencapai 35 persen. Karena, pandemi Covid-19 telah memengaruhi sejumlah pola perilaku konsumen atau masyarakat. (esa/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button