Selain Gagal Gatot cs Dinilai Salah Hitung Manuver

jagatBisnis.com – Ketua Tim Taks Force Forum Advokat Pengawal PAncasila (FAPP), Petrus Selestinus, megatakan kunjungan deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gotot Nurmantyo Cs ke Bareskrim Polri, guna mejenguk sejumlah petinggi dan anggota KAMI sebagai bentuk kegagalan merebut simpati publik.

“Gatot Nurmantyo dkk. dan KAMI salah berhitung ketika bermanuver melakukan kunjungan ke Bareskrim Polri dan menjadikan peristiwa penangkapan, pemberian status tersangka dan penahanan terhadap Jumhur Hidayat, Syahganda Nainggolan dkk. sebagai media sekaligus panggung promosi KAMI, namun tanpa disadari bahwa peristiwa penahanan Jumhur Hidayat dk. telah menjatuhkan moral Gatot Nurmantyo dan KAMI,” kata Petrus, dalam keterangannya, Minggu (18/10/2020).

Menurut Petrus, alasan moral Gatot Nurmantyo dan KAMI, jatuh, karena selain Syahganda Nainggolan cs adalah fungsionaris KAMI, yang oleh karena keterlibatannya dalam dugaan tindak pidana, juga karena Gatot Nurmantyo, dkk. dan KAMI gagal bertemu Kapolri dan ditolak petugas saat hendak menjenguk Syahganda Nainggolan cs di Rutan Bareskrim.

“Peristiwa ini merupakan pukulan keras bagi Gatot Nurmantyo dan KAMI, karena secara beruntun mengalami apes, yaitu belum sempat membuktikan organisasinya sebagai gerakan moral, malah justru moralnya diruntuhkan akibat fungsionaris KAMI terlibat dugaan tindak pidana, ditangkap menjadi tersangka dan ditahan,” tandasnya.

INILAHCOM, Jakarta – Enam ekor sapi milik warga Dusun Nanggalan, Desa Watugaluh Kecamatan Diwek, Jombang hilang bersamaan dalam semalam, Sabtu (17/10/2020). Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek setempat.

Kapolsek Diwek, AKP Achmad Chairuddin membenarkan kejadian itu. Dia menduga, pelaku dalam menjalankan aksinya membawa truk. “Kuat dugaan, pelakunya juga lebih dari satu orang. Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan saksi,” ujar Kapolsek.

Menurut Kapolsek sapi-sapi yang dibawa kawanan maling ini merupakan milik lima orang warga dari satu RT (Rukun Tetangga). Mereka adalah, Kuzaini (2 ekor), Sugiono (1 ekor), Arifin (1 ekor), Kudin (1 ekor) dan Bandi (1 ekor).

Di lokasi kejadian, polisi menemukan jejak tapak kaki sapi. Arahnya, dari kandang menuju jalan desa. “Kemungkinan, di jalan desa itulah sapi-sapi tersebut dinaikkan ke atas truk,” ujarnya.

Sementara itu, Sugiono (59) salah satu korban menduga, sapi-sapi itu dicuri sekitar pukul 02.00 WIB atau dini hari. Namun baru diketahui pada Sabtu pagi hari. Sapi milik Sugiono yang hilang jenis indukan betina berumur tiga tahun.

“Ini satu-satunya sapi milik saya. Ada warga yang melihat truk berhenti di jalan desa sekitar pukul dua dini hari. Sapi yang hilang totalnya enam ekor,” pungkas Sugiono. (ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button