Satgas COVID-19: Kepatuhan Warga Jalani Prokes Turun saat Libur Nataru

jagatBisnis.com – Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19, Dewi Nur Aisyah, mengatakan tingkat kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan terutama memakai masker dan menjaga jarak saat liburan Hari Natal 2020 dan tahun baru 2021, trennya cenderung menurun. Menurut dia, fakta ini ditemukan saat pemantauan di tempat wisata ketika masa liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

“Kita spesifik lakukan pemantauan yang cukup potensial liburan itu tempat wisata,” kata dokter Dewi saat seminar Satgas COVID-19 melalui Youtube BNPB Indonesia pada Rabu, 6 Januari 2021.

Ia mengatakan periode liburan Natal dan tahun baru itu ditarik dari tanggal 24 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021. Selama periode itu, kata dia, tim mendapatkan 354 ribu laporan dari personel di lapangan yang memantau kurang lebih 1,1 juta orang di tempat wisata saja.

“Itu tersebar di tempat wisata 342 ribu titik, 426 kabupaten/kota, 34 provinsi. Jadi 1,1 juta orang yang dipantau,” kata dia.

Kemudian, Dewi mengatakan, memasuki libur Natal itu pada Kamis, 24 Desember 2020 yakni cuti bersama, angka kepatuhan masyarakat memakai masker di tempat wisata lebih menurun dibanding dua pekan sebelumnya.

“Untuk hari Kamis dan Jumat, tren memakai masker turun saat liburan. Tren menggunakan masker sedikit turun dari 82 persen ke 81 persen. Memang, angka penurunan tidak signifikan tinggi namun masih ada kecenderungan penurunan,” ujarnya.

Selain itu, Dewi mengatakan kepatuhan menjaga jarak trennya masih tinggi meski kenaikannya 3 sampai 6 persen pada hari Sabtu dan Minggu. Namun, pada hari Kamis dan Jumat itu ada kecenderungan turun. Karena, libur Natal dan tahun baru itu harinya sama dimulai hari Kamis dan Jumat.

Sementara, kata Dewi, jumlah orang yang ditegur saat operasi protokol kesehatan ketika liburan natal dan tahun baru juga cukup tinggi kenaikannya hingga 75,48 persen.

“Ada 542 ribu orang yang ditegur periode libur Natal dan tahun baru. Sedangkan, periode sebelumnya hanya 309 ribu orang yang ditegur. Jadi kenaikan 75,48 persen,” katanya. (ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button