Satgas Atur Siasat, Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 di Akhir Tahun

jagatBisnis.com — Pemerintah membuat skenario untuk merespon potensi lonjaka  kasus virus Corona (Covid-19) pada libur Natal dan akhir tahun 2020. Skenario itu terwujud dalam optimalisasi atau penambahan kapasitas tempat tidur atau rawat inap di ratusan rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di berbagai daerah penjuru tanah air.

“Jika lonjakan terjadi, maka pemerintah akan melakukan optimalisasi tempat tidur yang tersedia di RS. Saat ini terdapat 921 Rumah sakit rujukan covid-19 di seluruh Indonesia, dengan total jumlah tempat tidur sebanyak 42.091 tempat tidur,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (16/12/2020).

Berita Terkait

Dia menjelaskan, pemerintah bakal mempersiapkan skenario jika kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 20-50 persen. Skenario tersebut, yakni RS masih menyediakan atau mampu menampung lonjakan pasien sebesar dua kali lipat kapasitas yang saat ini tersedia. Apabila kenaikan kasus Covid-19 mencapai 50-100 persen, maka pemerintah bakal mengalihfungsikan kapasitas ruang perawatan umum menjadi ruang perawatan Covid-19.

“Namun, kalau kenaikan kasus Covid-19 lebih dari 2 kali lipat atau lebih dari 100 persen, maka pemerintah daerah dapat mendirikan tenda darurat di area perawatan pasien Covid-19 di lingkungan RS atau mendirikan RS di lapangan. Tentunya semua itu harus bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau TNI di luar area RS tersebut,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, saat ini beberapa RS darurat dan lapangan telah dibangun di beberapa daerah. Hal itu sebagai bentuk sikap tanggap pemerintah, seperti di daerah Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Karena libur akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021 yang berdekatan dengan perayaan Natal dan klaster yang mengiringi pergantian tahun.

“Masyarakat yang ingin mengisi liburan sebaiknya di rumah saja. Jangan pergi kemana-mana. Masyarakat harus lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Karena sampai saat ini pandemi Covid-19 masih mengancam. Karena libur panjang tahun ini berbarengan dengan wabah Covid-19,” tutupnya. (esa/*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button