Sadari Potensi Ekonomi Perikanan Indonesia, Bea Cukai Bantu Ekspor Produk Perikanan

JagatBisnis.com –  Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang kelautan, terutama sektor perikanan laut dan produk perikanan. Hal itu menjadikan Indonesia berpeluang menjadi pemain utama perdagangan dalam sektor perikanan laut di kawasan Asia. Menyadari hal tersebut dan dalam rangka turut mendukung pemerintah dalam program pemulihan ekonomi nasional, Bea Cukai kian gencar menggali potensi ekspor produk perikanan Indonesia. Hasilnya, tiga ekspor perdana produk perikanan telah terlaksana di tiga daerah, Minahasa Utara, Nunukan, dan Tual.

Di Kabupaten Minahasa Utara, Bea Cukai Bitung membantu salah satu industri kecil menengah (IKM) di Sulawesi Utara, UD Tomini Bay Seafood, membawa produknya menembus pasar Amerika Serikat. Perusahaan tersebut mengekspor 16,7 ton ikan tuna beku pada tanggal 4 Maret 2021 melalui Pelabuhan Hub International Bitung.

Kepala Produksi UD Tomini Bay Seafood, Stofel Demus, mengapresiasi Bea Cukai Bitung yang telah memberikan asistensi dan memfasilitasi ekspor, “Kami sangat berterima kasih. Kami rasakan sendiri saat mengurus ke Bea Cukai, sudah banyak perubahan. Banyak memberi bantuan yang memang nyata, real. Saya bersyukur, senang, dan bangga dengan Bea Cukai.” Ia pun berharap agar perusahaan dapat terus melanjutkan ekspornya.

Harapan yang sama juga dilontarkan Kepala Kantor Bea Cukai Bitung, Agung Riandar Kurnianto, “Kami berharap langkah perusahaan tak berhenti sampai di sini. Ekpor berkelanjutan oleh IKM akan mendukung peningkatan nilai ekspor sebagai wujud pemulihan ekonomi nasional dan dapat memaksimalkan Pelabuhan Hub International Bitung sebagai pintu kegiatan ekspor ke depan.”

Selanjutnya di Nunukan, Bea Cukai melalui layanan klinik ekspor telah memberikan kemudahan kepada para pengguna jasa dalam mendapatkan informasi dan berkonsultasi tentang ekspor. Layanan tersebut pun membuahkan hasil ketika pada tanggal 3 Maret 2021 lalu, Bea Cukai Nunukan bersama Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM), Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT), Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), dan Pemerintah Kabupaten Nunukan (Dinas Perdagangan dan Dinas Perikanan) meresmikan ekspor perdana komoditas hasil perikanan.

Kepala Kantor Bea Cukai Nunukan, M. Solafudin mengatakan ekspor perdana komoditas hasil perikanan yang diberangkatkan dari Pelabuhan SKPT Sebatik, Sei Pancang ini diharapkan bisa menjadi pembuka jalan bagi pengusaha-pengusaha yang lain untuk turut ekspor. “Kegiatan ekspor perdana diharapkan menjadi pembuka jalan bagi eksportir komoditi perikanan lainnya agar berani ekspor, serta melakukan dan mengembangkan usaha dengan legal, demi mendukung program pemulihan ekonomi nasional pemerintah,” ujarnya.

Tak hanya di Minahasa Utara dan Nunukan, di Tual Bea Cukai juga membantu terlaksananya ekspor komoditas produk perikanan pada tanggal 27 Februari 2021 lalu. Hal tersebut diyakini terlaksana sebagai hasil dari sebuah inovasi pelayanan kemudahan ekspor dengan nama “LAPOR BC Tual”.

“Inovasi pelayanan tersebut kami berikan dalam rangka menjalankan fungsi Bea Cukai sebagai trade facilitator dan industrial assistance dan mendorong tumbuhnya ekportir baru di Tual. Sebagai hasilnya, di awal tahun kami telah membantu PT Indo Marine Fish mengekspor ikan kerapu hidup ke Hongkong,” ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Tual, Hari Setiayadi.

Ia menambahkan kegiatan ekspor perdana di awal tahun 2021 tersebut merupakan sinergi yang baik antar instansi dan diharapkan dapat meningkatkan devisa ekspor dan pendapatan asli daerah (PAD). “Bea Cukai Tual akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan semua instansi, baik Karantina, PSDKP, dan dengan para pelaku usaha dalam upaya meningkatkan perekonomian daerah melalui upaya peningkatan ekspor langsung dari kota Tual,” tutupnya. (srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button