Rutin Tes Swab PCR Tak Jamin Bebas Covid-19

JagatBisnis.com – Tes Swab Polymerase Chain Reaction (PCR) menjadi standar pemeriksaan Covid-19 karena akurasinya tinggi dalam mendeteksi keberadaan virus di dalam tubuh. Hanya saja, penggunaan tes swab PCR masih disalahartikan sebagian masyarakat. Pasalnya, rutin tes swab PCR bukan jaminan bebas Covid-19.

“Kesalahpahaman itu timbul karena banyak masyarakat yang belum memahami tes PCR. Sebenarnya, orang yang melakukan tes PCR itu untuk mengetahui sudah tertular atau belum. Jadi, PCR itu hanya tes dan tidak bisa mencegah penularan virus Corona,” kata spesialis patologi klinik dr Tonang Dwi Ardyanto di Jakarta, Rabu (17/02/2021).

Dia menjelaskan, tes swab PCR tujuannya untuk mendeteksi, bukan terhindar dari penularan. Cara yang paling baik agar terhindar dari Covid-19 adalah menerapkan protokol kesehatan yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

“Pemeriksaan PCR secara rutin itu sebenarnya tidak diharuskan ya kecuali kalau ada alasan khusus. Tapi, kalau orang itu melakukan tes secara rutin, itu sifatnya untuk deteksi diri. Artinya, sedini mungkin mendeteksi infeksi tetapi tidak untuk mencegah terjadinya infeksi,” tegasnya.

Menurutnya, sebaiknya tes Swab PCR dilakukan ketika kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 atau mengalami gejala yang mengarah ke infeksi Corona. Karena orang yang merawat pasien Covid-19 juga disarankan melakukan tes swab PCR.
Tes swab PCR merupakan metode yang dilakukan dengan cara usap di hidung dan tenggorokan untuk mendeteksi semua bagian virus.

“Sampel akan dianalisis di laboratorium untuk memeriksa materi genetika virus. Tes ini membutuhkan waktu hingga lebih dari satu hari karena membutuhkan uji laboratorium. Akurasi tes swab PCR memiliki sensitivitas berkisar 71-98 persen dan spesifisitas 99 persen,” tutupnya. (esa/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button