Rebranding Lazada Logistics, Lazada Tawarkan Platform Menyeluruh bagi Brand dan Penjual di Asia Tenggara

JagatBisnis.com –   Lazada mengumumkan pembaruan nama untuk unit logistiknya menjadi “Lazada Logistics”, yang sebelumnya dikenal sebagai Lazada eLogistics (LEL) dan Lazada Express (LEX). LEL mengelola pemenuhan dan logistik dengan penyedia logistik pihak ketiga, sedangkan LEX menangani pengiriman paket ke pelanggan.

“Rebranding ini mencerminkan perkembangan signifikan yang kami capai selama bertahun-tahun dengan dukungan sumber daya manusia dan teknologi kami,” sambut CEO Lazada Group Chun Li.

Bersama ini, Lazada juga mengungkapkan keseriusannya untuk menggarap sektor logistik e-commerce di Indonesia. Hal ini didasari pada hasil riset yang mereka lakukan pada Q4/2020, 65% responden dari UMKM yang belum terdigitalisasi menyatakan logistik sebagai salah satu tantangan terbesar.

“Lazada Indonesia adalah pelopor logistik e-commerce sejak tahun 2015 dan sejak saat itu [..] Kami telah membantu membangun koneksi antara brand dan penjual dengan pelanggan di seluruh Indonesia selama enam tahun terakhir, dan akan terus melanjutkan upaya ini di masa mendatang,” jelas Chief Logistics Officer Lazada Indonesia Philippe Auberger.

Melalui rebranding ini, Lazada Logistics juga memperkenalkan layanan multi-channel logistics (MCL), yang menyediakan solusi pemenuhan stok tunggal untuk membantu e-commerce enabler dan brand. Mereka akan memenuhi dan mengirimkan semua pesanan, baik pesanan tersebut berasal dari transaksi di Lazada ataupun dari platform e-commerce lainnya.

Mekanismenya, Lazada akan menyimpan produk-produk e-commerce dari mitra dan merchant, sehingga penanganan dan pengiriman pesanan yang efisien melalui armada yang dimiliki, mitra logistik pihak ketiga, ataupun armada yang ditunjuk lainnya dapat dilakukan.

MCL diklaim memungkinkan penggunanya mengatur fleksibilitas dan ketangkasan dalam pengendalian inventaris, serta menghindarkan biaya tinggi untuk pemeliharaan infrastruktur gudang dan armada pengiriman.

Lazada Logistics telah mengoperasikan 400 fasilitas yang terdiri dari gudang, pusat penyortiran, dan hub. Gudang utama Lazada Indonesia berada di Cimanggis, Jawa Barat menempati area seluas 70 ribu meter persegi.

Tidak hanya Lazada yang akhirnya membangun infrastruktur logistiknya sendiri. JD.id misalnya, bersama dengan Gojek mereka mengembangkan perusahaan JX/J-Express (sebelumnya di bawah unit JD Logistic) yang fokus pada pengiriman antarkota. Saat ini mereka telah difasilitasi 6 infrastruktur warehouse dengan 250+ titik pengantaran.

Raksasa e-commerce lain juga turus berinvestasi untuk infrastruktur logistik, termasuk yang tengah dilakukan Tokopedia untuk membuat fulfillment center untuk mendukung misi mereka menjadi infrastructure as a services company.

Sementara Bukalapak yang kini fokus utamanya ke pemberdayaan merchant (O2O) punya pendekatan lain, lewat BukaSend mereka lebih bertindak sebagai agregator untuk membantu pelapak menemukan mitra logistik yang paling efisien dengan kebutuhannya.

Sektor logistik di Indonesia memang masih menyisakan banyak permasalahan dan belum sepenuhnya memenuhi [secara efektif] kebutuhan pengiriman yang dihasilkan industri e-commerce. Selain itu potensi kapitalisasi nilai yang dihasilkan juga sangat besar, sehingga para investor juga terus memperhatikan sektor ini.(hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button