Pulau Lantigiang Selayar Tidak Diperjualbelikan

JagatBisnis.com – Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, melaporkan Pulau Lantigiang yang terletak di Kabupaten Kepulauan Selayar tidak mungkin diperjualbelikan. Perihal itu beliau tegaskan menyusul terdapatnya informasi jika pulau itu sudah dijual.

“ Tidak akan mungkin untuk dibeli oleh siapapun, karena sudah jadi kawasan nasional,” tutur Nurdin Abdullah melalui keterangannya, Kamis, 4 Februari 2021.

Gubernur telah melakukan pemantauan dengan menggunakan helikopter didampingi Bupati Selayar, Muhammad Basli Ali, di Pulau Lantigiang, pada Rabu kemarin 3 Februari 2021

Permasalahan itu berasal dari masyarakat Selayar yang menikah dengan orang Jerman. Setelah itu berupaya melakukan perundingan pembelian dengan kepala dusun. Nurdin membenarkan kalau pulau itu telah kembali dengan cara utuh dan saat ini dalam cara hukum.

“ Insya Allah, itu tidak akan mungkin dapat diperjualbelikan. Dan pada semua warga, aku berambisi Halaman Nasional Takabonerate ini merupakan kawasan penting yang pasti kita proteksi,” tegasnya.

Bagi Nurdin, Bupati Selayar telah mengutip langkah- langkah dan saat ini permasalahannya ditangani pihak kepolisian. Bisnis dini yang dilakukan merupakan dengan acaram Rp 10 juta, dari dugaan pemasaran pulau dengan harga Rp 900 juta.

“ Pulaunya sendiri tidak jadi( dijual). Karena memang terkini acaram Rp 10 juta. Dan tidak akan mungkin terdapat aparatur penguasa yang dapat membuat bisnis itu. Makanya, aku tiba ke situ membenarkan,” jelasnya.

Beliau menerangkan, Pulau Lantigiang masih natural. Beliau pula menyangkal klaim masyarakat yang berterus terang memiliki pulau itu. Masyarakat mengklaim tanah dengan dasar telah menanamkan tumbuhan kelapa di situ.

Tadi memeriksa itu masih natural, tidak terdapat sentuhan- sentuhan orang. Jika terdapat yang mengatakan mereka turun temurun,( memiliki) kelapa dan serupanya, itu tidak terdapat,” ucapnya.

Tidak hanya mengunjungi Pulau Lantigiang, Nurdin pula melakukan kunjungan ke Pulau Kayuadi untuk melihat rencana pembangunan airport, sebagai prasarana pendukung pariwisata.

“ Kita pula mengunjungi Kayuadi untuk melihat rencana pembangunan airport karena memang ada atol terbesar ketiga bumi, itu terdapat di Taka Bonerate. Itu akses mengarah ke Halaman Nasional. Ini luar lazim halaman nasional kita. Aku berambisi pembangunan airport yang sudah dilakukan sebelumnya, itu akan dilanjutkan,” ucapnya. (ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button