Pria Ini Selamat selama 14 Jam Terombang-ambing di Laut Lepas

JagatBisnis.com –  Seorang Pria yang bertugas sebagai anak buah kapal (ABK) sukses aman dari ajal setelah jatuh dari kapal dan bergandengan pada sebuah kotor pelampung yang terapung.

Laki- laki bernama Vidam Perevertilov itu menghabiskan sampai 14 jam membendung di laut bebas setelah ia jatuh dari kapal barang ke samudra Pasifik sekitar dini har. Setelah terguling, ABK berumur 52 tahun itu juga berupaya berenang mengarah titik gelap yang berjarak sebagian kilometer untuk melindungi nyawanya.

Ternyata barang gelap yang beliau amati itu merupakan pelampung memancing. Ia juga memutuskan untuk bergandengan pada pelampung itu untuk berupaya bertahan hidup.

” Ia nampak sekitar 20 tahun lebih berumur dan amat letih tetapi ia masih hidup,” tutur putranya ABK itu yang bernama Marat pada web informasi Selandia Terkini, Stuff.

Perevertilov merupakan kepala insinyur Lithuania dari Silver Supporter yang menyediakan cadangan antara dermaga Tauranga Selandai Terkini dan wilayah Inggris yang terasing, Pircairn.

Saat terletak di ruang mesin sembari memompa materi bakar, ia merasa panas dan pusing. Ia setelah itu berjalan pergi ke geladak untuk memperbaiki diri sekitar jam 04. 00 pagi bertepatan pada 16 Februari 2021 saat sebelum akhirnya jatuh. Tidak mengetahui kalau seorang pekerjanya jatuh ke laut, kapal itu tetap melaut, dilansir BBC.

Setelah berjuang untuk tetap terapung hingga mentari keluar, Perevertilov melihat becak gelap di alam dan memutuskan untuk berenang ke arahnya.

” Barang itu tidak berhenti ke apa juga ataupun ke perahu, itu cuma sebagian kotor laut,” kata Marat.

Awalnya kapal menginginkan durasi sekitar 6 jam untuk mengenali kalau insinyur mereka telah lenyap, pada saat itu kapten juga memutar arah untuk mencari Perevertilov.

Bagi informasi, kerabat kerja memastikan ditaksir lokasinya dengan melihat memo profesi Perevertilov, yang membuktikan kalau ia terakhir terletak di kapal pada jam 04. 00 pagi. Koordinat kapal pada saat itu sekitar 400 mil laut di selatan Kepulauan Austral di Polinesia Prancis.

Catatan marabahaya setelah itu ditayangkan melalui radio ke kapal- kapal di wilayah itu. Pesawat angkatan laut Prancis berasosiasi dalam pencarian dari Tahiti dan layanan meteorologi Prancis menekuni angin untuk membagi mungkin pola penyimpangan.

Kala Perevertilov akhirnya melihat kapal tempat beliau bertugas, ia mengayunkan tangan dan memanggil. Seorang pekerja kapal yang melihat tangan terangkat langsung memusatkan kapal menghampirinya dan akhirnya menarik Perevertilov ke atas kapal. (ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button