Populasi Lansia Meningkat selama 50 Tahun Terakhir, Indonesia Bakal Hadapi Penuaan Penduduk

JagatBisnis.com – Selama kurun waktu 50 tahun terakhir, populasi lanjut usia (lansia) di Indonesia meningkat sebanyak dua kali lipat. Berdasarkan laporan statistik 2020, terdapat 26,82 juta lansia di Indonesia yang merupakan 9,92 dari total populasi. Kondisi ini membuat Indonesia menghadapi transisi menuju kondisi penuaan penduduk.

Dengan jumlah populasi lansia yang terus meningkat, maka aspek kesehatan menjadi salah satu faktor penting untuk mewujudkan lansia yang sejahtera.

Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga, Kementerian Kesehatan, dr. Riskiyana Sukandhi, M.Kes menjelaskan usai harapan hidup (UHH) diperkirakan akan terus meningkat dan menyebabkan penduduk lansia bertambah.

“Saat ini, kelompok usia lanjut di Indonesia telah berada di atas tujuh persen dari total keseluruhan penduduk. Jika angkanya sudah mencapai 10 persen, Indonesia akan berubah menjadi negara dengan struktur penduduk tua (ageing population),” terang dr. Riskiyana, dalam webinar ‘Rayakan Lansia Sehat, Aktif, dan Bahagia,’ Jumat (28/5/2021).

Ia menambahkan bahwa Kondisi lansia yang sehat bugar dan produktif ditentukan salah satunya oleh aktifitas fisik yang dilakukan secara Baik, Benar, Terukur, danTeratur (BBTT) sejak usia dini. Dalam kesempatan ini, dr. Riskiyana pun membagikan beberapa tips yang bisa dilakukan untuk membuat lansia tetap sehat dan bugar.

“Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pola makan gizi seimbang dan deteksi dini penyakit agar masyarakat Indonesia sehat, bugar dan tetap produktif di Usia Lanjut.”

Perlu diketahui, setiap tanggal 29 Mei, Indonesia merayakan Hari Lanjut Usia Nasional. Di momen ini, masyarakat terus diingatkan betapa pentingnya dukungan terhadap lansia supaya mereka tetap produktif, mandiri, dan tentunya sehat.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono pun mengimbau kepada masyaraat untuk terus mendukung kesehatan dan kesejahteraan lansia. Terlebih di tengah masa pandemi Covid-19.

“Lansia adalah kelompok rentan terpapar Covid-19. Dengan melindungi mereka, itu artinya sudah menjaga para lansia tidak terpapar Covid-19 yang bisa mengancam nyawa mereka,” kata Wamenkes Dante dalam acara Virtual Tour Talkshow Experience yang diselenggarakan Entrasol, Sabtu (29/5/2021).

Wamenkes Dante melanjutkan, selain mendapat dukungan dari banyak orang, lansia juga diimbau agar terus menjalankan perilaku sehat, salah satunya memastikan nutrisi yang dimakan selalu bergizi baik.

“Dengan asupan nutrisi yang optimal dan pastinya bergizi baik, kesehatan lansia dapat terjaga dan menekan berbagai faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit tertentu,” kata Wamenkes Dante.

Selain memastikan asupan harus bergizi, lansia juga sebisa mungkin tetap aktif bergerak, tentunya dengan kadar olahraga ringan hingga sedang, sesuai anjuran dokter pribadinya. “Tetap aktif bergerak pun memungkinkan kebugaran tubuh bagi lansia. Dampaknya tentu saja meminimalisir penyakit,” ungkapnya.

Kemudian, upaya lain yang harus diperhatikan lansia adalah cukup istirahat, tidak merokok dan memastikan nutrisi harian terjaga dan seimbang.

“Dengan begitu, energi tubuh lansia dapat terjaga, lalu memperbaiki suasana hati, membantu kemandirian fungsional, hingga menjaga sel tubuh tetap bekerja aktif,” tambahnya.

Secara statistik, jumlah lansia di Indonesia pada 2020 ada 27,08 juta jiwa. Diprediksi pada 2025 akan ada 33,65 juta jiwa dan pada 2035 ada 40,19 juta jiwa.

“Pada 2050, Indonesia akan memiliki lansia dengan jumlah terbanyak di Asia. Dengan begitu, sekali lagi diingatkan agar terus membantu, mendukung, dan menjaga lansia agar mereka dapat hidup di masa tua dengan produktif dan sehat tentunya,” kata Wamenkes Dante.(HAB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button