Perempuan Alami Tiga Kali Lebih Banyak Peradangan Sendi Dibanding Pria

JagatBisnis.com – Banyak aktivitas tiap hari yang tanpa kita sadari bisa menyebabkan perih sendi ataupun sendi kelu. Posisi perih sendi pada biasanya di dengkul, pergelangan kaki dan sekitar pundak. Hampir setiap orang tentu sempat merasakan perih sendi ataupun sendi kelu, apalagi mereka yang berumur di atas 50 tahun.

Perih sendi ataupun sendi kelu dapat diakibatkan oleh beragam penyakit dan situasi, mulai dari luka sampai peradangan sendi. Pasar uang, ligamen, tulang rawan, tendenon di sekitar tulang- tulang sendi. Perih sendi seringkalai diakibatkan oleh ostearthitis.

Nah gimana menanggulangi perih sendi, dan apakah ada larangan santapan ataupun minuman saat menderita perih sendi.

” Posisi perih sendi dapat di mana saja, dapat di leher, pundak, siku, jari- jari yang sangat kerap, panggul, dengkul atau di pergelangan tangan dan kaki. Jadi seluruh sendi dapat mengalami kelu,” tutur dokter Risky Bunga Wardhani, spKFR dokter speasialis rehab medik.

Bagi ia pengidap perih sendi kelu banyak dirasakan oleh perempuan, dan itu merupakan kenyataan.

” Betul, memang betul perempuan lebih banyak menderita perih sendi, ini kenyataan. Sebenarnya pemicu perih sendi banyak, tetapi memang merupakan perih sendi yang disebabkan oleh peradangan sendi. Nah dalam sebuah riset disebuatkan, perempuan 3 kali bekuk lebih banyak dibanding laki- laki mengalami permasalahan sendi yang disebabkan karena peradangan sendi,” ucapnya.

Walaupun, terdapat penyakit- penyakit lain yang bukan karena peradangan sendi, semacam pada parkinson atau misalnya

karena asam pembuluh itu pria lebih banyak.

” Tetapi dengan cara kebiasaan, karena arthitis yang paling banyak penyakitnya hingga memang perempuan jadinya lebih banyak menderita,” tutur dokter Risky.

Bagi dokter Risky, peradangan sendi diakibatkan karena

yang paling sering merupakan cara degeneratif ataupun penuaan pada sendi.

” Tulang rawan ataupun bantalan pada sendi yang terdapat di antara tulang itu mulai berkurang karena umur. nah setelah itu, karena aktivitas hingga akan terjadi gesekan dampingi tulang dan itu menyebabkan cedera ataupun peradangan pada sendi,” tuturnya lagi. (ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button