Penyintas Covid-19 Harus Waspadai Long Covid Syndrom

JagatBisnis.com – Pasien yang sudah sembuh dari infeksi Covid-19, ternyata masih bisa mengalami gejala Covid-19 yang berkepanjangan disebut long Covid syndrom. Kondisi gejala jangka panjang ini bisa berlangsung selama satu bulan setelah infeksi. Untuk membantu
penyintas Covid-19 pulih seperti sediakala, Rumah Sakit (RS) Premier Jatinegara membuka Layanan Sentra Pemulihan Pasca Covid-19, secara virtual, Jumat (28/5/2021).

Pjs Direktur RS Premier Jatinegara, Susan Ananda, mengatakan, di Indonesia ada sekitar 63,5 persen pasien penyintas Covid-19 yang masih menunjukkan gejala pascacovid yang sangat mengganggu. Di antaranya sesak nafas, batuk, jantung berdebar, sulit tidur, hingga kehilangan nafsu makan dan gangguan psikologis. Jika dibiarkan, kondisi tersebut bisa mengganggu produktivitas para penyintas Covid-19.

“Apalagi, penyintas Covid-19 menunjukan gejala sisa yang bervariasi dari gejala simptomatik ringan hingga disfungsi pernapasan karena berbagai sebab. Selain itu, diperburuk dengan masalah pembekuan darah hingga gangguan fisik dan psikologis,” katanya disela-sela pembukaan layanan tersebut.

Menurutnya, penanganan secara terpadu yang disediakan dalam layanan ini dihadirkan untuk para penyintas Covid-19 dimanapun berada di Indonesia. Karena pihaknya percaya, jika para penyintas dibantu untuk dapat mengoptimalkan kondisinya dan bisa kembali produktif tentunya akan berdampak pada pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Semakin cepat Indonesia pulih dari pandemi, semakin cepat Indonesia maju,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, salah satu dokter spesialis paru di RS Premier Jatinegara, Ida Bernida, menjelaskan, layanan yang akan beroperasi selama 3 hari dalam sepekan itu akan memberikan penanganan kondisi pasien penyintas secara komprehensif dan berbasis kebutuhan pasien. Selain itu, layanan ini juga ditunjang dengan program rehabilitatif yang memadai.

“Para penyintas Covid-19 akan mendapatkan pertolongan yang tepat untuk pemulihan jiwa , raga dan sosial,  dan dipersiapkan untuk kembali kepada aktivitas dan produktivitas sediakala, seperti bekerja, sekolah dan lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RS Premier Jatinegara, Yaya Sudibyo menambahkan, di layanan itu penyintas Covid-19 akan ditangani oleh tim dokter spesialis multidisipliner, sesuai kebutuhan pasien. Salah satunya yang berperan penting juga adalah dokter spesialis rehabilitasi medik.

“Rencana terapi yang diberikan kepada penyintas akan dirancang secara personalized, mulai dari latihan uji fungsi otot pernapasan, uji kekuatan otot dan ekstremitas. Sedangkan, latihan fisiknya akan diberikan sesuai kebutuhan pasien. Mulai dari peregangan, pernapasan, aerobic dan penguatan,” tutupnya. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button