Pengunjung Mal Turun Drastis, Tenant-tenant Pilih Hengkang

jagatbisnis.com – Federasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia( APPBI) melaporkan, saat ini jumlah wisatawan pusat perbelanjaan ataupun plaza di wilayah DKI Jakarta terus menjadi menyusut sampai 30 persen. Nilai itu lebih kecil jika dibanding pada 2020 sekitar 40 persen.

Ketua APPBI DPD Jakarta, Ellen Hidayat mengatakan, aplikasi PPKM membuat wisatawan plaza semkain menurun dengan pemisahan operasional sampai jam 19. 00 dan kapasitas restoran untuk layanan makan di tempat cuma 25 persen.

Berita Terkait

Tidak hanya itu, aplikasi work from home( WFH) oleh sejumlah industri pula pengaruhi jumlah kunjungan plaza. Sebab, karyawan kantor selama ini jadi wisatawan kebanyakan plaza.

” Karena PPKM Hasil amatan kita sejak bertepatan pada 11 Januari hingga hari ini, trafik sudah drop yang dapat hingga 40 persen sekarang sekitar 32 persen, bahkan sebagian pusat belanja 30 persen,” tuturnya saat konfrensi pers virtual, Jakarta, Senin( 18 atau 1 atau 2021).

Dampak akibat itu, Ellen berspekulasi terdapat sekitar 15 persen peritel ataupun tenant di DKI Jakarta yang telah menutup ataupun tak memanjangkan kontrak carter. Walaupun telah diserahkan berbagai diskon selama 6 bulan oleh pusat pengelola belanja, tetapi tetap saja tak bisa membatasi berbagai tenant yang wajib terpaksa tutup.

Untuk itu, Ellen meminta penguasa memberikan kelonggaran pada pusat pengurusan belanja yang mempraktikkan aturan kesehatan supaya diizinkan tetap bekerja hingga jam 21. 00 dengan kapasitas layanan makan di restoran maksimal 50 persen.

Ia pula meminta supaya paling tidak PPh carter 10 persen sampai biaya listrik dapat diringkan terlebih dulu supaya pusat perbelanjaan dapat bernapas kosong.

” Selama 9 bulan PSBB dan serupanya bisa dibilang kita pula wajib memberi pihak ritel untuk menolong melepaskan uang carter,” tuturnya.( ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button