Pengetatan Jam Malam Bontang Harus Dikaji, Jangan Sampai Matikan Ekonomi

jagatBisnis.com – Wacana Pemkot Bontang kembali memberlakukan penerapan jam malam kontan saja menimbulkan respons beragam dari warga. Ada yang sepakat, ada juga yang nyinyir. Status dan komentar bernada satire sulit dibendung dua hari terakhir.

Pengamat Kebijakan Publik, Frans Micha, mengungkapkan, rencana ini perlu menjadi kajian yang mendalam bagi pemerintah. Pasalnya, dampak bagi pelaku yang bergerak di sektor Usaha Mikro Kecil, dan Menengan (UMKM), Kafe, dan pariwisata akan sangat terasa.

“Tentu dalam hal ini pemerintah tidak boleh menitik beratkan pada sisi larangan jam malam saja. Pengetatan jam malam tidak bisa jadi tolok ukur,” katanya kepada Bekesah.co melalui telepon seluler, Rabu (30/9/2020).

Menurut dia, pemerintah pusat, dan daerah sejauh ini sudah memberikan kelonggaran. Masyarakat kembali beraktivitas dengan tetap mengikuti anjuran protokol kesehatan. Namun, jika pengetatan jam malam kembali diberlakukan praktis akan mematikan kembali perekonomian pelaku usaha.

“Coba kita bayangin, beberapa bulan ini pengusaha sudah bisa bayar cicilan kembali. Karena ada pemasukan. Kalau aktivitas jam malam diberlakukan, pemasukan berkurang. Usahanya jadi mati,” katanya.

Apalagi, kata dia, kafe dan jenis usaha yang aktivitasnya justru ramai pada malam hari. Akan sangat merasakan dampaknya. Sedianya, antisipasi penyebaran Covid-19 tidak mematikan perekonomian.

“Mestinya, aparat atau Tim Gugus Tugas Covid-19 melakukan monitoring jangan di malam hari saja. Tapi pagi, dan siang juga,” tambahnya.

Frans membandingkan aktivitas pasar dan kafe misalnya. Jika dilihat dari jumlah kunjungan, dan kepadatan, pasar jauh lebih ramai. “Jadi ada standar yang kabur jika bicara soal keramaian. Ramai mana, pasar apa kafe sih,” gumamnya.

Karenanya dia mengimbau, agar Pemkot Bontang menerapkan kebijakan yang dapat diterima semua pihak. Antisipasi memotong arus lajunya angka penyebaran Covid-19, juga tetap menjaga stabilitas perekonomian masyarakat.

“Kafe tetap buka tapi protokol kesehatan tidak boleh diabaikan. Sediakan cuci tangan, jaga jarak duduk setiap kursi. Supaya kita tidak mematikan usaha orang,” tukasnya. (ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button