Pemudik yang Tiba di Terminal Jakarta Akan Dirapid Test

JagatBisnis.com –  Penguasa Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pengecekan di halte kepada pemudik ataupun masyarakat yang tiba dari desa laman untuk kembali ke Bunda Kota.

Mulai dari halte Pulogebang Jakarta Timur, Desa Rambutan aceh Jakarta Timur, Kalideres Jakarta Barat dan Tanjung Priok Jakarta Utara.

” Seluruh penumpang yang turun di situ( halte) itu langsung dilakukan pengecekan rapid test, antigen dan genose. Jadi sejak bertepatan pada 6 Mei,” tutur Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 18 Mei 2021.

Syafrin mengatakan, pengecekan oleh aparat itu sudah dilakukan bersama dengan barisan petugas keamanan Polri di posisi halte yang dianggap terjadi penimbunan.

” Mulai tadi malam kita bersama serupa dengan rekan- rekan kepolisian TNI- Polri itu sudah melakukan pengawasan pada lokasi- lokasi yang potensial jadi titik menurunkan penumpang bis masuk ke halte. alhasil segenap dikirim untuk masuk ke halte,” tuturnya.

Dengan terdapatnya aplikasi pengecekan itu, Syafrin berambisi juru mudi bis ataupun penumpang supaya tidak turun di tengah jalur ataupun saat sebelum halte bis itu. Perihal ini bertujuan supaya penyebaran COVID- 19 dapat dilacak.

” Seluruhnya kita harapkan tidak terdapat yang turun di tengah ataupun di pintu saat sebelum halte, tetapi segenap turun di halte alhasil kita dapat melakukan pengecekan dengan cara utuh kepada semua penumpang,” tuturnya.

Penguasa Provinsi DKI Jakarta sendiri menulis, terdapat ribuan orang pemudik Idulfitri Idul Fitri 1442 Hijriah yang dijaring dan diperiksa COVID- 19. Terdapat dari mereka yang positif COVID- 19.

Syafrin Liputo mengatakan, pemudik yang diperiksa di pinggiran Bekasi- Karawang ataupun di Kedung Waringin Bekasi jumlahnya mencapai 1. 628 orang. Dari jumlah itu 6 orang positif COVID- 19.

” Setelah itu di Cikampek 1. 804 orang, 4 orang reaktif. Langsung dibawa, dievakuasi bus sekolah ke Balai Olahragawan. Di Dermaga Kali Sejuk terdapat 71 orang seluruhnya minus,” tutur Syafrin

Beliau juga sebenarnya sudah mengimbau pada masyarakat bila akan pergi dari Bunda Kota supaya bisa membuat pesan keterangan dan untuk keperluan apa. Perihal ini bertujuan supaya ekspedisi mereka berjalan mudah hingga tujuan kala terdapat penyekatan dari aparat di alun- alun.

” Kita sudah mengimbau pada pelaku ekspedisi, bukan cuma moda pesawat dan sepur api, tetapi moda jalur juga wajib dilengkapi dengan hasil uji COVID- 19 alhasil itu akan memperlancar ekspedisi mereka,” tuturnya.

Syafrin berikan ilustrasi, jika mobil itu sudah diperiksa seandainya di Kilometer 34B oleh Polda lain dalam cara penyekatan, hingga mereka akan ditempel etiket alhasil mereka dapat pantas jalur.

” Ataupun mereka sudah disekat dan sudah melakukan uji kilat dan minus, betul mereka dapat lulus meneruskan ekspedisi,” tuturnya.(ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button