Pemerintahan Sementara Taliban, Menterinya Tokoh-tokoh Garis Keras

JagatBisnis.com – Taliban memublikasikan rezim sementara di Afghanistan, dan melaporkan negeri itu sebagai” Emirat Islam”.

Dewan menteri terkini itu terdiri dari tokoh- tokoh tua Taliban, seluruhnya pria, yang sebagian di antara lain terkenal karena melakukan serbuan kepada gerombolan AS dalam 2 dasawarsa terakhir.

Rezim interim akan dipimpin oleh Mullah Mohammad Hassan Akhund, salah satu penggagas Taliban, yang terletak dalam catatan gelap PBB.

Menteri dalam negerinya merupakan atasan kelompok agresif Haqqani yang dicari FBI, Sirajuddin Haqqani.

Taliban memahami beberapa besar wilayah Afghanistan lebih dari 3 minggu lalu, setelah menggelindingkan rezim yang diseleksi melalui pemilu.

Pemberitahuan dewan menteri sementara ini merupakan tahap kunci dalam pembuatan rezim Taliban yang permanen. Kepemimpinan terkini akan mengalami berbagai tantangan yang lumayan berat, di antara lain memantapkan ekonomi negeri dan mendapatkan pengakuan global.

Taliban sebelumnya mengatakan kalau mereka mau membuat rezim yang inklusif. Tetapi seluruh menteri dewan menteri yang diumumkan pada hari Selasa merupakan arahan Taliban yang sudah mapan, dan tidak terdapat satu juga wanita yang dilibatkan.

Para menteri dimohon mempraktikkan hukum Islam

Sebuah statment yang diucap berawal dari Atasan Paling tinggi Taliban Mawlawi Hibatullah Akhundzada meminta penguasa terkini untuk melempangkan Syariah.

Taliban membutuhkan” ikatan yang kokoh dan segar dengan negara- negara orang sebelah dan seluruh negeri lain berdasarkan interaksi timbal- balik dan silih meluhurkan”, tutur statment itu, yang diluncurkan dalam bahasa Inggris- dengan memo kalau mereka cuma akan meluhurkan hukum dan akad global” yang tidak berlawanan dengan hukum Islam dan nilai- nilai nasional negeri”.

Hibatullah Akhundzada tidak sempat tampil di depan biasa. Ini merupakan catatan awal yang timbul darinya sejak Taliban mengutip ganti Afghanistan bulan lalu.

Hassan Akhund, si eksekutif kewajiban kesatu menteri, berprofesi sebagai delegasi menteri luar negara dari 1996 sampai 2001, kala kelompok itu terakhir kali berdaulat. Beliau figur mempengaruhi pada bagian religius gerakan, bukan bagian militernya.(pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button