Pegawai Terlibat Praktik Tanah Ditindak Tegas

JagatBisnis.com –  Sebanyak 125 pegawai Kementerian ATR/BPN yang terbukti terlibat praktik mafia tanah telah ditindak tegas. Hukuman tersebut merupakan bagian dari pembinaan. Karena para pegawai tersebut tidak diberikan toleransi sama sekali.

“Yang bisa dibina, kita akan bina. Namun yang tidak bisa dibina, di antaranya ada yang diberhentikan. Jadi ada hukuman berat, karena kita tidak main-main terhadap mafia tanah,” kata Inspektur Jenderal Kementerian ATR/BPN Sunraizal
dalam konferensi pers virtual, Senin (18/10/2021).

Dia mengungkapkan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap mafia tersebut. Karena, praktik jahat yang melibatkan mafia disebut akan mengacaukan sistem pertanahan di Indonesia.

“Sehingga, perlu kami tindak dengan hukuman berat itu ada 32 orang. Hukuman disiplin sedang ada 53 orang, dan disiplin ringan ada 40 orang. Jadi, itu yang kami lakukan, bentuk keseriusan kami,” bebernya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan hingga kini sebanyak 732 aduan diterima Inspektorat Investigasi mengenai masalah pertanahan. Persoalan itu meliputi penyalahgunaan wewenang (17 kasus), pelayanan masyarakat (201 kasus), korupsi/pungli (11 kasus), kepegawaian/ketenagakerjaan (3 kasus), sengketa konflik dan perkara (493 kasus).

“Dari seluruh aduan yang diterima, 162 kasus telah ditangani Inspektorat Investigasi dan 5 kasus ditangani Dirjen Teknis dan Dirjen Sengketa Perkara.
Kemudian, hal-hal yang bisa kami anggap bisa diselesaikan oleh Kanwil (kantor wilayah) 303 kasus,” imbuh dia.

Pada kesempatan yang sama, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil menegaskan pihaknya akan terus melakukan monitoring dan berupaya memberantas mafia tanah. Sehingga para mafia tanah tidak kembali melakukan perampasan tanah yang sudah mempunyai hak milik.

“Saya juga ingin mengingatkan kepada para mafia tanah jangan coba-coba lagi. Kalau di masa lalu kalian bisa melakukan secara leluasa, sekarang tidak bisa lagi, kita akan monitor, kita akan melakukan berbagai upaya. Karena mafia tidak boleh menang,” tutupnya. (*/esa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button