PBNU Dukung PTM Terbatas Pesantren dengan Prokes

JagatBisnis.com –  Penyelenggara sekolah dan pesantren yang berada dalam naungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), mendukung penuh proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas karena lebih efektif. Maka, lembaga pendidikan tersebut juga harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat demi terselenggaranya hal tersebut.

Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), KH. Abdul Ghaffar Rozin mengungkapkan, pihaknya terus berusaha menerapkan prokes ketat demi PTM terbatas di lingkungan pesantren. Karena pihaknya tidak ingin pesantren menjadi pusat penyebaran baru Covid-19

Berita Terkait

“Saat ini kami menaungi hampir 24 ribu pesantren. Adapun tradisi pesantren selama ratusan tahun menggelar pendidikan adalah secara tatap muka dan berkelompok. Karena proses pendidikan di pesantren, terutama soal akhlak dan budi pekerti, dilakukan lewat pembiasaan sehari-hari di lingkungan pesantren dan memerlukan bimbingan langsung para guru,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (1/10/2021).

Sementara itu, Sekjen LPI Ma’arif NU, Harianto Oghie menambahkan, pandemi Covid-19 telah mengubah tradisi pendidikan dan pembelajaran yang dilaksanakan pesantren selama berabad-abad. Pada akhirnya, memang keselamatan para santri menjadi yang utama. Sebab itu, PTM terbatas sangat memerlukan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Karena mencegah kemudaratan diutamakan daripada mengambil manfaat. Karena proses belajar dengan interaksi langsung guru dan murid juga akan lebih meningkatkan pemahaman murid. Apalagi, penerapan protokol kesehatan di pesantren memang punya peluang dan tantangan. Sebab pesantren merupakan lingkungan terbatas,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Sekolah Dasar Dirjen PAUD Kemendikbud Ristek, Sri Wahyuningsih mengungkapkan, PTM terbatas sudah diizinkan secara selektif. Namun, hanya di zona hijau yang baru diperbolehkan PTMterbatas. Apalagi, sudah ada sejumlah panduan pelaksanaan PTM terbatas.

“Salah satunya adalah sekolah bisa memakai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membeli peralatan yang dibutuhkan dalam penerapan protokol kesehatan. Orang tua juga berhak memilih metode pembelajaran bagi anaknya, apakah tetap metode jarak jauh (PJJ) atau PTM,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button