Pantau Kepatuhan Pengguna Jasa Lewat Asistensi, Bea Cukai Jalankan CVC di Marunda dan Bekasi

JagatBisnis.com – Kegiatan asistensi terhadap para pelaku usaha dalam negeri kembali dilakukan Bea Cukai lewat program customs visit customers (CVC). Kegiatan CVC kali ini dilakukan oleh tim Bea Cukai Marunda dan Bea Cukai Bekasi.

“Pelaksanaan kegiatan CVC merupakan salah satu bentuk implementasi dari pelaksanaan tugas Bea Cukai dalam memberikan industrial assistance kepada para pelaku usaha dalam negeri. Lewat kegiatan ini, Bea Cukai berkesempatan untuk menginformasikan kebijakan Bea Cukai terbaru dan mengetahui proses bisnis, serta kendala di lapangan,” ungkap Tubagus Firman Hermansjah, Kasubdit Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai.

Pelaksanaan CVC oleh Bea Cukai Marunda dilakukan dengan mengunjungi PT Kawasan Berikat Nusantara. PT KBN adalah Badan Usaha Milik Negara yang mengelola kawasan industri baik yang berstatus kawasan berikat (export processing zone) maupun non berikat di lokasi kawasan industri Marunda untuk investasi, usaha manufaktur dan logistik.

Selain mengunjungi PT Kawasan Berikat Nusantara, Bea Cukai Marunda juga mendatangi dua perusahaan lainnya yaitu PT Semesta Sukses Makmur Industri dan PT Kahoindah Citragarment yang merupakan pengusaha di kawasan berikat.

Kunjungan ke kedua perusahaan tersebut ditujukan untuk menilik kinerja perusahaan penerima fasilitas di tengah pandemi Covid-19 sekaligus sebagai upaya dalam rangka memberikan bimbingan kepatuhan pengguna jasa.

PT Semesta Sukses Makmur Industri merupakan perusahaan penerima fasilitas kepabeanan berupa kawasan berikat di bidang produksi furniture kayu seperti kitchen set, furniture rumah, dan restoran. Sementara itu PT Kahoindah Citragarment juga merupakan penerima fasilitas kawasan berikat yang bergerak di bidang produksi pakaian jadi dan tekstik.

“Lewat fasilitas kepabeanan yang telah diberikan kedua perusahaan tersebut mampu meningkatkan kegiatan usahanya yang berorientasi ekspor. Hal tersebut memberikan dampak yang baik pada sektor ekonomi mulai dari penyerapan tenaga kerja maupun pertumbuhan ekonomi secara nasional,” tambah Firman.

Kegiatan CVC dalam rangka asistensi juga dilakukan oleh Bea Cukai Bekasi yang mengunjungi PT Epiterma Mas Indonesia. Asistensi diberikan dalam penyelenggaraan IT Inventory. PT Epiterma Mas Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi dengan menggunakan bahan baku 90 persen asal lokal dan 10 persen asal impor dan sebagian besar penjualan hasil produksi diekspor ke negara-negara di Benua Afrika dan Australia terutama untuk konstruksi pertambangan.

PT Epiterma saat ini tengah berupaya membangun sistem IT inventory yang baru dengan menggunakan sistem enterpirse resource planning (ERP) karena sebelumnya sempat terkendala yang menyebabkan beberapa datanya tidak dapat diakses.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button